2 Tahun Kabur usai Menikah, Gadis di Makassar Ini Rujuk dengan Kakek

Yoel Yusvin ยท Kamis, 01 November 2018 - 20:04 WIB
2 Tahun Kabur usai Menikah, Gadis di Makassar Ini Rujuk dengan Kakek

Sahid (kanan) saat menyerahkan uang mahar dan seperangkat salat ke Lisda, gadis yang sempat dinikahinya lalu kabur. (Foto: iNews.id/Yoel Yusvin)

MAKASSAR, iNews.id - Warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan pernikahan beda usia. Sahid (50) warga Jalan Anggrek, Panakukang, Makassar menikahi Lisda (20) dengan mahar berupa uang sebesar Rp20.000 dan seperangkat alat salat.

Pernikahan Sahid dan Lisda ini merupakan kali kedua dilakukan. Mereka sebelumnya sudah resmi menikah pada 2016 lalu. Namun setelah beberapa bulan menikah, Lisda memilih kabur tanpa alasan jelas.

Sejak itu, Sahid terus mencari keberadaan Lisda dan akhirnya baru berhasil ditemukan oleh kerabat Sahid di salah satu toko swalayan. Lisda kemudian diminta kembali rujuk. Ajakan tersebut tak bertepuk sebelah tangan. Sahid pun dengan gerak cepat mengurus kembali pernikahannya.

Mereka akhirnya dinikahkan ulang di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar.

Ditemui seusai menikah, Sahid mengaku sangat senang karena bisa kembali berkumpul kembali dengan istrinya yang selama dua tahun menghilang. “Senang karena bisa rujuk lagi. Dua tahun lebih dia (Lisda) hilang. Dia (Lisda) sebelumnya lari,” kata Sahid, Kamis (1/11/2018).

BACA JUGA:

Sebulan Pacaran, 2 Bocah di Kalsel Ini Nekat Menikah, Ini Alasannya

ABG 14 Tahun Nikahi Gadis 16 Tahun untuk Rawat Orang Tua yang Sakit

Namun, Sahid enggan menjelaskan lebih detail penyebab istrinya pergi selama dua tahun. "Gak ada masalah. Dia lari begitu saja," ucapnya.

Petugas Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Tinaba Mangiwa mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari kerabat Sahid bahwa ada perempuan yang diduga istri sah Sahid tinggal di salah satu swalayan. “Kita ambil tindakan cepat untuk dinikahkan karena pada dasarnya mereka sudah menikah,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki