2 Tersangka Penganiayaan Guru SD di Gowa Ditangkap, Ini Pengakuan Pelaku

Amiruddin, Okezone ยท Kamis, 05 September 2019 - 19:10 WIB
2 Tersangka Penganiayaan Guru SD di Gowa Ditangkap, Ini Pengakuan Pelaku

Dua tersangka penganiayaan guru SD di Gowa Sulsel diamankan polisi. (Foto: Okezone).

GOWA, iNews.id - Polisi menetapkan dua perempuan kakak adik yang menjadi pelaku penganiayaan guru SD di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Motifnya mereka tak terima cara korban menyelesaikan perkelahian adik mereka di dalam kelas.

Kedua pelaku, NV (20) dan APR (17) menjadi tersangka atas penganiayaan terhadap Astiah (40), guru kelas SDN Pa'bangngiang Kecamatan Somba Opu.

BACA JUGA: Pengeroyokan Guru di Gowa, Disdik: Orang Tua Tak Bisa Intervensi ke Ruang Kelas

"Aksi ini berawal saat tersangka tak terima adiknya dipukul oleh temannya," kata Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Tambunan, di Mapolres Gowa, Sulsel, Kamis (5/9/2019).

Kedua tersangka bersama ibunya mendatangi kelas untuk mencari murid yang memukul adiknya. Kemudian, pelaku NV saat itu ikut masuk dalam kelas bersama ibunya, sehingga terjadilah keributan saat proses belajar mengajar.

Menurut dia, ibu tersangka menjewer kuping murid tersebut sambil marah-marah, dan membawanya ke ruang kepala sekolah untuk mengadukan persoalan tersebut.

"Saat bertemu di ruang kepala sekolah, ibu tersangka kembali marah-marah. Korban lalu menuju ruang kepala sekolah. Dia meminta agar masalah pemukulan adik tersangka diselesaikan di ruang kelas," ujar dia.

BACA JUGA: 2 Murid SD di Gowa Bersama Orang Tuanya Cakar dan Pukuli Guru saat Mengajar

Saat mereka kembali ke kelas bersama murid-murid, ibu tersangka gin kembali melakukan kekerasan, namun korban menghalangi halangi. Saat itulah NV emosi dan menyerang korban hingga berujung pada penganiayaan.

"Melihat hal itu, tersangka APR (17) ikut emosi kemudian ikut menyerang korban. Mereka mengeroyok korban di ruang kelas," ujar dia.

Adapun motif kata Tambunan, karena kedua tersangka sakit hati karena tidak puas atas penyelesaian perkelahian adiknya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal