Kostrad Minta Maaf, Penganiayaan di Polman Berakhir Kekeluargaan

MS Hadi · Selasa, 28 Agustus 2018 - 17:41 WIB
Kostrad Minta Maaf, Penganiayaan di Polman Berakhir Kekeluargaan

Keluarga mengantarkan korban penganiayaan bernama Harlis ke Rumah Sakit Umum Polewali Mandar. (Foto: iNews/Huzair Zainal).

POLEWALI MANDAR, iNews.id Kasus penganiayaan yang melibatkan oknum TNI dari Kesatuan Kostrad dan teman-temannya terhadap seorang pemuda di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Selatan (Sulsel) berakhir secara kekeluargaan. Proses perdamaian tersebut berlangsung di ruangan staf Inteldim 1402/Polmas.

Kasipensus Penkostrad Mayor Inf Gilles Royce mengatakan, pelaku penganiayaan bernama Prada Andi M Yasin sudah meminta maaf kepada keluarga korban Harlis (21) warga Desa Batupanga Daala, Kecamatan Luyo dan keluarganya pada Senin (27/8/2018) kemarin, sekira pukul 11.00 WITA. Selain itu, Kesatuan Kostrad juga meminta maaf kepada masyarakat atas perbuatan yang dilakukan anggotanya.

“Kami dari institusi Kostrad mohon maaf atas kekeliruan yang terjadi di lapangan yang dilakukan oleh anggota kami. Permasalahan di atas sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Gilles Royce, Selasa (28/8/2018).

Dia menjelaskan dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah pihak antara lain dari keluarga Harlis yaitu Kadir Sallewali (ayah), Ruben (kerabat), Syamsilu (paman), Radiah (bibi), kemudian dari pihak Prada Andi M Yasin diwakili ayahnya, Aco R. Selain itu hadir juga Lurah Batupanga, Darmawati Rukkawati; Kades Batupanga Daala, Malik;  Plh Pasi Inteldim 1402/Polmas, Peltu Aslam Latief serta Plh Dan Unit 1402/Polmas, Pelda Baso Tahir.

“Kedua belah pihak menyepakati bahwa kejadian ini adalah murni kesalahpahaman tanpa mencari  pembenaran siapa yang benar dan salah. Kejadian tersebut menjadi pelajaran untuk kami semua keluarga yang ada di Kelurahan Batu Panga, Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar, maupun terhadap Intitusi TNI sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA: Oknum Anggota TNI Aniaya Pemuda di Polewali Mandar hingga Babak Belur

Dia mengatakan setelah proses perdamaian, tidak ada lagi permasalahan yang berkaitan dengan kejadian di Bendungan Sekka-sekka pada Rabu (22/8/2018) lalu. Dalam proses perdamaian tersebut kedua belah pihak sepakat membuat surat pernyataan dan mencabut laporan polisi (LP) yang dibuat pada Jumat (24/8/2018) oleh Kadir dan Harlis.

“Kami mengembalikan Prada Andi M Yasin ke pihak keluarganya dan diarahkan untuk segera kembali ke satuan asalnya,” kata dia.

Sebelumnya, peristiwa itu terjadi saat korban bersama dua orang rekannya sedang dalam perjalanan pulang setelah bersilaturahmi ke rumah pamannya. Dalam perjalanan, korban yang ingin kencing kemudian singggah di saluran air pinggir Bendungan Sekka-sekka.

Tidak jauh dari tempat korban kencing, ternyata ada pelaku oknum anggota TNI dari Kesatuan Kostrad yang sedang mabuk bersama teman-temannya. Pelaku Prada Andi M Yasin sebelumnya disebut HS kemudian berteriak dan mendekati korban.

“Harlis langsung dicekik oleh tentara itu. Teman-temannya kemudian menyusul dan ikut mengeroyok Harlis. Saya juga kena tampar sama tentara,” kata saksi korban, Hasan (14), Minggu (26/8/2018).


Editor : Muhammad Saiful Hadi