Timbun Puluhan Elpiji Bersubsidi, Rumah Makan di Makassar Kena Sidak

Antara ยท Kamis, 29 Agustus 2018 - 22:36 WIB
Timbun Puluhan Elpiji Bersubsidi, Rumah Makan di Makassar Kena Sidak

Elpiji tiga kilogram bersubsidi hanya untuk rakyat miskin. (Foto: Okezone)

MAKASSAR, iNews.id – Sebuah rumah makan di Makassar digeledah tim gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdangangan Provisi Sulawesi Selatan bersama Pertamina dibantu aparat Kepolisian Rabu (29/8/2018).  Dalam sidak tersebut, tim gabungan menemukan puluhan tabung elpiji tiga kilogram yang diduga sengaja ditimbun pemilik rumah makan.

Rumah Makan Mba Daeng di jalan Sultan Alauddin, Makassar, itu disinyalir menggunakan elpiji bersubsidi untuk mendapatkan keuntungan besar. Padahal, rumah makan seharusnya mengunakan elpiji nonsubsidi yang sesuai peruntukan usaha komersil.

Saat diperiksa di bagian dapur, tim gabungan menemukan 18 tabung elpiji yang masih tersegel. Diduga, elpiji tersebut sengaja ditimbun pemilik rumah makan sebagai stok. Praktik penimbunan elpiji tiga kilogram tersebut jelas-jelas ilegal, apalagi di tengah kelangkaan yang terjadi beberapa waktu belakangan.

"Kami sudah berikan surat teguran dan akan diawasi. Bila tidak mengganti tabung elpiji ke nonsubsidi maka izin usahanya kami cabut. Pemakaian tabung tidak sesuai peruntukannya sebab itu usaha. Tentu dengan penimbunan ini memicu kelangkaan," kata Kepala Bidang Usaha Perindag Sulsel, Ikhsan, Rabu (29/8/2018).

Menurut dia, penggunaan elpiji tiga kilogram untuk usaha komersil akan mengurangi jatah bagi warga miskin penerima manfaat. Pengusaha seperti ini dinilai tidak bertanggungjawab dan merampas hak-hak orang tidak mampu.

"Kami akan terus melakukan Sidak di rumah makan dan restoran komersil. Apalagi terjadi kelangkaan dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat juga dibuat resah. Seharusnya para pengusaha makanan itu sadar dan mengerti bahwa elpiji tiga kilogram itu peruntukannya buat orang miskin," ucapnya.

Sementara itu, Humas Pertamina MOR VII Sulawesi, Roby Hervindo mengatakan, dengan kejadian seperti ini Pertamina akan segera mengevaluasi para agen atau pangkalan yang menyalurkan elpiji bersubsidi ke rumah makan tersebut.

"Kami akan mencari agen atau pangkalan mana yang memberikan elpiji tiga kilogram ke rumah makan ini. Untuknya kami lakukan penindakan tegas hingga pemutusan kontrak usaha bila ditemukan melakukan pelanggaran berat, sebab elpiji tiga kilogram telah disubdisi pemerintah," ujarnya.

Dari sidak tersebut, puluhan tabung tiga kilogram tersebut disita petugas sebagai barang bukti. Teguran keras pun dilayangkan kepada pemilik usaha rumah makan.

Pekerja rumah makan mengaku tidak tahu bahwa itu penimbunan elpiji merupakan pelanggaran. Pasalnya, sejak rumah makan itu berdiri, mereka sudah terbiasa memakai tabung elpiji tiga kilogram.


Editor : Himas Puspito Putra