Edarkan Obat Ilegal di Sinjai, Warga Negara Tiongkok Ditangkap Polisi

Antara ยท Jumat, 31 Agustus 2018 - 11:40 WIB
Edarkan Obat Ilegal di Sinjai, Warga Negara Tiongkok Ditangkap Polisi

Ilustrasi obat ilegal. (Foto: dok.okezone).

MAKASSAR, iNews.id - Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Polres Sinjai, Sulawesi Selatan, menangkap Warga Negara Tiongkok bernama Hecheng Zhang (54) saat mengedarkan obat ilegal di wilayah setempat. Pelaku diketahui sering keluar masuk wilayah Indonesia dan terakhir pada tanggal 15 Juli 2018 melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandar Udara Soekarno Hatta.

"Polres Sinjai dan Kesbangpol menyerahkan pelaku kepada Imigrasi karena menyangkut status WNA-nya. Sementara ini, petugas memeriksa Hecheng Zhang di Kantor Imigrasi. Dia menuju Makassar dengan menggunakan visa wisata, bukan visa sebagai pekerja," kata Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Kelas I Makassar Putra Bahagia, Jumat (31/8/2018).

Dia menjelaskan, pelaku sengaja mengedarkan obat-obatan Cina yang diduga palsu untuk diperjualbelikan kepada masyarakat. Saat menjalankan aksinya di Sinjai, WNA itu dibantu warga lokal berjenis kelamin wanita. Pelaku biasa menjual produknya seharga Rp100.000 sampai Rp400.000 per kantong.

"Pelanggaran orang asing ini menyalahgunakan izin tinggal yang diberikan kepadanya. Hal ini bertentangan dengan Pasal 122 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," ujar Putra.

Dia mengatakan, selain menjual obat yang didapatkan dari Jakarta, sebagian obat miliknya berasal dari Cina. Orang asing itu juga mengaku mempunyai kegiatan lain yaitu mencari kuda laut di wilayah Sinjai yang sudah dikeringkan dengan dalih sebagai bahan dasar obat guna menyakinkan calon pembeli.

Sebelumnya, peredaran obat ilegal tersebut diungkap Timpora Kabupaten Sinjai saat mendapatkan informasi adanya orang asing memperjualbelikan obat ilegal di wilayah kerjanya.

Penyerahan WNA tersebut dipimpin Kepala Satuan Intelejen dan Keamanan Polres Sinjai Iptu Arief ke Kantor Imigrasi Kelas I Makassar untuk diproses lebih lanjut.

Seorang pelaku lainnya diproses di Polres Sinjai, termasuk mengembangkan penyidikan kasus itu mengingat ada empat korban yang sudah membeli obat tersebut.


Editor : Muhammad Saiful Hadi