Kapal Jabal Rahma Terbakar di Pelabuhan Selayar Usai Terjadi Ledakan

Antara ยท Sabtu, 01 September 2018 - 22:36 WIB
Kapal Jabal Rahma Terbakar di Pelabuhan Selayar Usai Terjadi Ledakan

Ilustrasi kapal terbakar. (Foto: Dok/iNews.id)

MAKASSAR, iNews.id – Kapal Motor Jabal Rahma 02 tujuan Benteng-Bonerate, terbakar di Pelabuhan Rauf Rahman Benten, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu malam (1/9/2018). Kapal nahas itu terbakar saat berlabuh di pelabuhan setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun seorang anak buah kapal (ABK) mengalami luka bakar.

Kapal diduga terbakar akibat korsleting listrik. Menurut nakhoda Muhlis, saat dia menghidupkan mesin kapal, terdengar suara ledakan dari aki kapal yang disusul dengan munculnya asap hitam. Tiba-tiba, api sudah terlihat membesar hingga ke anjungan kapal yang akhirnya menjalar ke seluruh bagian kapal.Api pun cepat membesar, disusul asap tebal mengepul dan membubung tinggi di udara. Pasalnya, kapal tersebut memuat bahan bakar minyak (BBM) seperti solar dan elpiji, serta kebutuhan pokok lainnya.

Tiga unit kendaraan pemadam kebakaran diterjunkan. Petugas pemadam kebakaran pun berjibaku memadamkan si jago merah tersebut. Api baru dapat dikuasai sekitar pukul 19.00 WITA atau 20 menit kemudian. Puluhan warga terlihat berkumpul menyaksikan kejadian tersebut.

BACA JUGA: Korsleting Listrik, Puluhan Kapal Ludes Terbakar di Pelabuhan Benoa 

Kepala Polisi Resor (Kapolres) Kepulauan Selayar AKBP Syamsu Ridwan menegaskan, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Namun, ada seorang ABK bernama Syamsudin yang mengalami luka bakar di kedua kaki dan sudah mendapat penanganan medis. “Ada penumpang tujuh orang dan ABK lima orang. Alhamdulillah, semuanya selamat,” ujarnya.

Ridwan menyebutkan kapal tersebut memuat barang kebutuhan pokok serta BBM sebanyak 5 drum solar, 6 drum bensin, serta tabung elpiji 3 kilogram sebanyak 70 buah.

Jumlah awak KM Jabal Rahma diketahui sebanyak lima orang, yakni Maga (50), Marjudin (35), Yusri (18), dari Bonerate, kemudian Syamsuddin (45) dan nakhoda Muchlis (45). Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir Rp600 juta.

Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan pasti penyebab kejadian kebakaran tersebut. “Masih diselidiki penyebab pastinya kebakaran kapal itu meskipun keterangan nakhoda terkait dengan kelistrikan di kapalnya,” kata Ridwan.


Editor : Maria Christina