Kapal Wahyu Ilahi Angkut 100 Orang dan 200 Ternak Tenggelam di Flores

Mallombasang ยท Minggu, 02 September 2018 - 16:42 WIB
Kapal Wahyu Ilahi Angkut 100 Orang dan 200 Ternak Tenggelam di Flores

Tim SAR Jeneponto bersiap melakukan pencarian Kapal Wahyu Ilahi yang dilaporkan tenggelam di Perairan Flores-Jeneponto. (Foto: iNews.id/Mallombasa)

JENEPONTO, iNews.id - Kapal Motor (KM) Wahyu Ilahi 02 dilaporkan hilang kontak di Perairan Flores, Nusa Tenggara Timur saat berlayar dari Flores menuju Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kapal kayu berukuran 10 meter tersebut mengangkut 100 penumpang dan 200 ekor ternak sapi, kuda, dan kambing, serta 18 anak buah kapal (ABK). Kapal berbobot 12 Gros Ton (GT) itu bertolak dari Flores pada Jumat (31/8/2018) sekitar pukul 07.00 Wita.

Kepala Jaga Syahbandar, Bahar mengatakan, seharusnya sesuai jadwal Kapal Wahyu Ilahi tiba di Pelabuhan Bungeng Jeneponto pukul 13.00 Wita, namun hingga Sabtu 1/9/2018 sore, kapal tersebut belum tiba dan hilang kontak. “Waktu tempuh dari Flores ke Jeneponto itu sekitar dua hari dua malam. Semestinya, kapal itu sudah tiba Sabtu sore, namun sampai saat ini belum tiba juga di Pelabuhan Bungeng,” katanya, Minggu (2/9/2018).

BACA JUGA: 

Kapal Ronggo Tenggelam Dihantam Ombak di Rembang, 11 ABK Selamat

Kapal Feri Bandeng Tenggelam Dihantam Ombak di Perairan Loloda Maluku

Menurut Bahar, informasi mengenai hilangnya kapal itu diperoleh Syahbandar dan tim BPBD Kabupaten Jeneponto dari keluarga korban. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan pencarian di sekitar lokasi.




Bahar mengatakan, pencarian korban Kapal Wahyu Ilahi oleh timBasarnas Jeneponto dan SAR Flores sejak pagi hingga sore ini belum juga mendapatlan informasi mengenai keberadaan bangkai kapal maupun ratusan ternak dan penumpang. “Tim SAR dari Flores dan Basarnas Jeneponto masih melakukan pencarian di laut sejak pagi tadi,” katanya.

Syahbandar juga sudah meminta bantuan dari instansi terkait di Pulau Selayar dan Pangkep untuk memberitahukan kepada kapal nelayan di sekitar pesisir laut Pangkep dan Selayar untuk bersama-sama membantu pencarian kapal nahas itu.


Editor : Kastolani Marzuki