Polisi Reka Ulang Kasus 1 Keluarga di Makassar Tewas Terbakar

Andi Deri Sunggu, Antara ยท Selasa, 04 September 2018 - 18:02 WIB
Polisi Reka Ulang Kasus 1 Keluarga di Makassar Tewas Terbakar

Kedua pelaku saat menunjukkan adegan ke-31 saat reka ulang kasus pembakaran rumah di Makassar. (Foto: iNews/Deri Sunggu)

MAKASSAR, iNews.id – Polrestabes Makassar menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Reka ulang ini menjadi bagian penting untuk mengungkap fakta saat kejadian yang diduga terkait narkoba.

Pantauan di lokasi, sempat terjadi ketegangan dan aksi dorong antara kerabat korban dengan petugas di lokasi rekonstruksi, di Jalan Serui, belakang Mapolrestabes Makassar. Bahkan terdengar tangisan histeris keluarga korban saat melihat para pelaku dihadirkan.

"Rekonstruksi kami lakukan di belakang kantor Mapolrestabes Makassar dan tidak dilakukan di TKP dengan pertimbangan keamanan. Salah satunya keselamatan para pelaku," kata Pelaksana Tugas Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika, Selasa (4/9/2018).


BACA JUGA:

Satu Keluarga Tewas Dibakar di Makassar karena Terlibat Utang Narkoba

Tewaskan 6 Orang, Polisi Tangkap Otak Pembakaran 5 Rumah di Makassar


Dalam reka ulang itu, para pelaku dan properti yang digunakan tersangka dalam membakar rumah H Sanusi (70), yang dihuni beberapa anak dan kerabat lainnya dihadirkan penyidik. Kondisi dibuat hingga menyerupai suasana di lokasi TKP.

"Reka ulang ini sangat penting dan tidak boleh ada pihak lain yang tidak berkepentingan masuk dalam lokasi itu. Kami memang selalu mengantisipasi hal demikian, makanya kami pasang garis polisi dan membuat pagar dari anggota untuk antisipasi," ujarnya.

Diketahui, peristiwa kebakaran rumah menewaskan satu keluarga sejumlah enam orang pada Senin (6/8/2018). Polisi yang melakukan penyelidikan menemukan banyak kejanggalan hingga akhirnya mampu mengungkap motif pembakaran rumah tersebut.

Dalam kebakaran itu, enam orang dilaporkan tewas yakni tiga laki-laki dan tiga perempuan, di antaranya H Sanusi (70), Hj Bondeng (65), Hj Musdalifa (30), Fahril (22), Namira (19) dan Hijas (2,5).


Editor : Donald Karouw