Sulsel Masih Kekurangan Guru, Disdik Genjot Program Redistribusi

Koran SINDO ยท Kamis, 06 September 2018 - 09:13 WIB
Sulsel Masih Kekurangan Guru, Disdik Genjot Program Redistribusi

Ilustrasi belajar mengajar. (Foto: Okezone)

MAKASSAR, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel), masih kekurangan tenaga pendidik. Untuk sementara, Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel terus melakukan mutasi guru ke sekolah-sekolah yang dinilai masih membutuhkan.

Sekretaris Disdik Sulsel, Setiawan Aswad mengatakan, pihaknya sudah melakukan proses redistribusi guru sejak tahun lalu. Pemetaan kebutuhan guru tiap daerah masih dilakukan untuk menyaring guru-guru yang mau pindah di dalam kabupaten/kota maupun lintas daerah.

"Intinya adalah kita tidak mengizinkan guru pindah dari sekolah kalau dalam sekolahnya sendiri masih kekurangan guru mata pelajaran bersangkutan. Kemudian kita tidak izinkan lintas kabupaten/kota jika masih kurang," ucapnya, Kamis (6/9/2018).

Setiawan menjelaskan, Disdik Sulsel juga siap menerima guru dari provinsi lain untuk mata pelajaran tertentu yang jumlah gurunya masih kurang. "Jadi itu cara kami melakukan proses redistribusi. Jadi permohonan pindah atau mutasi, baik kabupaten/kota maupun lintas daerah kami saring berdasarkan data kebutuhan gurunya," tuturnya.

Diakui Setiawan, kekurangan guru pada dasarnya tergambar dari berapa guru honorer yang sementara ini telah didata. Berdasarkan data Disdik Sulsel, terdapat kurang lebih 10.000 guru honorer yang saat ini menutupi kekurangan guru PNS.

"Sebenarnya kebutuhannya kalau guru didistribusi secara baik, tidak sebesar itu. Cuma kami tidak bisa serta merta mendistribusikan guru, karena pertimbangan itu tadi," ungkapnya.

Masalah kekurangan tenaga pendidik, diungkapkan Setiawan tidak hanya terjadi di daerah-daerah pinggiran atau terpencil. Bahkan, di Kota Makassar sekalipun, problem kekurangan guru masih kerap terjadi.
 
"Makassar saja yang kota besar masih kekurangan guru juga. Jadi secara umum memang di kabupaten/kota kita kekurangan guru," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan terus menggenjot program redistribusi guru untuk mengatasi masalah kekurangan guru di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

"Pokoknya ini terus berjalan (mutasi guru). Kami juga melihat pertimbangan nonteknis lainnya, seperti keluarga dan semacamnya. Sampai sekarang pun pemerintah masih memikirkan redistribusi guru, agar tidak diberatkan saat mutasi," ucapnya.


Editor : Himas Puspito Putra