Polisi Nyatakan Pembunuh Ibu dan Nenek di Gowa Alami Gangguan Jiwa

Bugma ยท Senin, 10 September 2018 - 17:47 WIB
Polisi Nyatakan Pembunuh Ibu dan Nenek di Gowa Alami Gangguan Jiwa

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga memberikan keterangan terkait kasus penganiayaan di Kecamatan Bonto Lempangang yang menyebabkan kematian korban. (Foto: iNews/Bugma)

GOWA, iNews.id – Penganiaya ibu dan nenek tiri, bernama MN alias Nawir akhirnya berhasil diringkus dan diamankan ke Mapolres Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan pemeriksaan sementara polisi di Poliklinik Wira Bhayangkara Medika, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menjelaskan penganiaya Sipa (49) dan Cami (70) itu sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan sementara. Dia mengatakan perilaku Nawir yang mengamuk dengan sebilah parang hingga mengakibatkan kematian Cami merupakan pengaruh dari kondisi kejiwaan yang tidak stabil.

“Polisi menyita sebilah senjata tajam milik pelaku yang diduga digunakan untuk menebas kedua korban, serta sendal milik korban sebagai barang bukti,” kata Shinto, Senin (10/9/2018).

Usai pemeriksaan kesehatan kejiwaan, pelaku kemudian diamankan ke ruang pemeriksaan Reserse Kriminal Polres Gowa, Sulsel. Polisi menyatakan pelaku Nawir mengalami gangguan jiwa, berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Makassar, pada 3 November 2017 lalu.

BACA JUGA: Anak Tiri Aniaya Ibu dan Neneknya dengan Senjata Tajam hingga Tewas


“Penyidik akan membawa tersangka ke RS Bhayangkara maupun RS Jiwa untuk uji kesehatan jiwa sehingga kami bisa memastikan dapat tidaknya perbuatan tersebut dijerat secara pidana,” ujarnya.

Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi di Dusun Lemoa, Desa Bontolempangang, Kecamatan Bonto Lempangang, Kabupaten Gowa, Sulsel pada Minggu (9/9/2018). Kedua korban yang berada di beranda rumahnya tiba-tiba didatangi oleh pelaku MN yang membawa senjata tajam. Tanpa basa-basi pelaku langsung membacok punggung Sipa dan menebas leher Cami.

“Sipa saat ini RS masih menjalani perawatan di RS Ibnu Sina Makassar karena luka parah yang dideritanya. Hingga kini polisi masih menyelidiki motif pelaku menganiaya ibu dan nenek tiri tersebut,” ujar Shinto.


Editor : Muhammad Saiful Hadi