3 Mahasiswa Pecinta Alam di Bone Jatuh dari Tower, 1 Tewas 2 Kritis

Bulan Sri Indra Maya ยท Rabu, 12 September 2018 - 10:48 WIB
3 Mahasiswa Pecinta Alam di Bone Jatuh dari Tower, 1 Tewas 2 Kritis

Keluarga menangis melihat kondisi salah satu kerabatnya yang terluka akibat terjatuh dari tower. (Foto: iNews/Bulan Sri Indra Maya)

BONE. iNews.id – Nasib malang dialami tiga mahasiswa pencinta alam Sekolah Tinggi Kejuruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka terjatuh dari ketinggian sekitar 30 meter saat hendak menurunkan tower antena di Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (11/9/2018).

Informasi yang dirangkum iNews, kronologi kejadian berawal saat ketiga korban bersama pekerja lainnya yakni warga setempat bermaksud menurunkan tower radio yang sudah tidak terpakai. Keberadaannya dinilai menghalangi masjid yang akan dibangun di lokasi tersebut.

Saat berada di ketinggian, mereka mulai menurunkan ujung tower dan melepas kawat perekat. Namun tiba-tiba bambu penyanggah yang digunakan untuk naik patah sehingga ketiga mahasiswa pencinta alam langsung terjatuh dan menghantam pondasi masjid.

Masyarakat setempat kemudian melarikan ketiganya ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tenriawaru untuk mendapat pertolongan. Namun sayangnya, nyawa Akbar, salah satu anggota mahasiswa pecinta alam tak tertolong lantaran luka parah yang dideritanya.

Sementara dua rekannya, Safrizal dan Rahmatunnair masih menjalani perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Tenriawaru bone. Keduanya mengalami patah kaki, tangan, dan lebam di sekujur tubuh.

Keluarga dan kerabat korban yang datang ke rumah sakit langsung histeris saat menyaksikan pemandangan yang tidak mereka duga. Sementara polisi yang mendapat laporan langsung melakukan identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP).

Salah satu saksi mengatakan, ketiganya sedang berupaya membongkar tower radio yang berdiri di atas lahan lokasi pembangunan masjid. Mereka terjatuh saat penyangganya patah. “Satu meninggal di lokasi. Saya lihat di rumah sakit keduanya masih menjalani penanganan khusus, kondisi mereka kritis,” kata Jamaluddin, seorang pengurus masjid.


Editor : Donald Karouw