Kejahatan Tambang Emas Ilegal

Tangkap 3 Tersangka, Mabes Polri Sita 43 Emas Batangan Senilai Rp21 M

Antara, Wahyu Ruslan · Kamis, 13 September 2018 - 14:06 WIB
Tangkap 3 Tersangka, Mabes Polri Sita 43 Emas Batangan Senilai Rp21 M

Kedua tersangka saat mengikuti gelar perkara di Mapolda Sulsel. (Foto: iNews/Wahyu Ruslan)

MAKASSAR, iNews.id – Mabes Polri bersama Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap penambang emas illegal di Timika, Papua, usai menjual hasil penambangannya di Makassar. Mereka dibekuk di dua lokasi berbeda.

Dari penangkapan ketiganya, polisi menyita 43 emas batangan berkadar 24 karat, dengan berat lebih dari 32 kilogram. Ditaksir emas yang berasal dari tambang illegal di area konsesi PT Freeport Indonesia itu senilai Rp21 miliar.

Kepala Sub Direktorat V Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Mabes Polri Kombes S Putut Wacaksono mengatakan, identitas ketiga tersangka ini yakni JFK (50), DS (49) dan AM (40).


Dia menjelaskan, ketiga tersangka memiliki peran berbeda atas hasil pengelolaan tambang illegal tersebut. Mulai dari pengumpul, pemurnian hingga penjualan ke sejumlah toko emas di Kota Makassar. Bahkan satu di antaranya berperan sebagai donatur penambangan illegal.

"Awalnya kami (Mabes Polri) menyelidiki kasus penambangan ilegal ini dan menangkap salah seorang dari mereka di Bandara Hasanuddin Makassar," kata Putut, Kamis (13/9/2018).

Usai penangkapan DS, Mabes Polri berkoordinasi dengan Polda Sulsel atas kasus penambangan ilegal tersebut. Hasil pengembangan, ditangkap dua tersangka lainnya.

Pelaku kedua JFK diamankan di toko emas Jalan Buru Makassar yang berperan sebagai penadah atau pembeli barang hasil kejahatan. Di sini, petugas menyita barang bukti 18 keping emas batangan dengan berat 6,8 kg. "Jadi DS berperan menambang pasir emas kemudian dimurnikan menjadi kepingan emas dan bahkan batangan, lalu menjualnya kepada JFK," ujarnya.

Putut melanjutkan, tersangka DS sudah dua tahunan melakukan penambangan illegal di Timika, Papua dan dimodali langsung oleh tersangka JFK. Selain tersangka DS dan JFK, polisi menangkap satu tersangka lainnya yakni AM di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dengan barang bukti 10 lempengan emas batangan.

Aksi ketiga tersangka tidak hanya merugikan PT Freport Indonesia sebagai pemilik wilayah konsesi, tapi juga merugikan negara hingga triliunan rupiah. Mereka telah melakukan kejahatan ini sejak 2015. Dimana setiap bulannya, mereka bisa menghasilkan emas ilegal seberat 5 sampai 10 kg.

Selain puluhan emas batangan, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya seperti timbangan dan alat pemurnian emas serta ponsel. Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.


Editor : Donald Karouw