Pemprov Sulsel Bentuk Satgas Urusi Makanan Anak Yatim

Antara · Sabtu, 15 September 2018 - 12:24 WIB
Pemprov Sulsel Bentuk Satgas Urusi Makanan Anak Yatim

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman. (Foto: dok.okezone)

MAKASSAR, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menginstruksikan Biro Kesejahteraan Rakyat untuk membentuk satuan tugas (Satgas) yang akan mengurus makanan anak yatim. Satgas tersebut bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan kelebihan makanan pada acara-acara pemerintah.

“Distribusikan kelebihan makanan baik yang dilaksanakan di kantor ataupun di hotel, kelebihan makanan dibungkus, kemudian didistribusikan," kata Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman usai makan bersama sekitar 200 anak yatim dari berbagai panti asuhan, di Makassar, Sabtu (15/9/2018).

Dia menegaskan, makanan yang diberikan tentunya bukan makanan basi, tetapi kelebihan makanan. Biasanya, kata dia, penyelenggara memesan untuk 300 orang, tetapi yang hadir hanya 200 orang, kelebihan itulah yang disalurkan kepada yang lebih membutuhkan.

"Jadi sisa makanan tidak lagi dibawa pulang oleh pegawai, tetapi didistribusikan ke yang lebih membutuhkan, baik itu anak yatim atau fakir miskin," ujarnya.

Andi menceritakan, bahkan Nabi Muhammad berbagi satu gelas minuman bersama sahabat-sahabatnya. "Rasulullah saja kalau minum, satu gelas yang sama diputar lagi. Penyakit tidak akan pindah kalau Allah tidak menghendaki. Dalam satu rumah saja, kalau ada satu anak terkena penyakit menular, tidak akan terkena seisi rumah," katanya.

Kepada seluruh anak yatim yang hadir, ia juga mengingatkan agar tidak patah semangat, terus belajar dan berusaha. "Di sini juga semua pejabat, tidak semua berasal dari keluarga kaya. Saya yakin anak-anakku ini akan berhasil, asal mau belajar dan berusaha, kemudian berdoa," ujarnya.

Dia juga meminta kepada pengurus panti, agar setiap panti membuat satu kerajinan tangan, misalnya, tempat tissu, yang akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan. "Ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi panti asuhan," kata Andi.


Editor : Muhammad Saiful Hadi