Diduga Motif Utang, Pengusaha Properti asal Turki Dianiaya Preman

Bugma ยท Minggu, 16 September 2018 - 11:24 WIB
Diduga Motif Utang, Pengusaha Properti asal Turki Dianiaya Preman

Korban Ilhan Kayya, pengusaha properti asal Turki yang dianiaya sejumlah pria di Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (16/9/2018) pagi. (Foto: iNews/Bugma)

GOWA, iNews.id - Seorang warga negara asing (WNA) asal Turki yang juga pengusaha perumahan mewah di Gowa Sulawesi Selatan, dikeroyok belasan orang yang diduga preman bayaran, Minggu (16/9/2018). Akibatnya, korban terluka parah setelah dianiaya dengan pacul di bagian kepala.

Usai pengeroyokan, korban atas nama Ilhan Kayya itu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat. Aksi pengeroyokan tersebut diduga dilakukan lantaran motif utang piutang sebesar Rp23 miliar.

"Awalnya ribu-ribut di dalam rumah, kemudian para pelaku menyeret korban keluar rumah dan menganiayanya," kata salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Mahatir kepada wartawan iNews, Minggu (16/9/2018).

Menurut Mahatir, aksi pengeroyokan terhadap Ilhan Kayya itu dilakukan di depan rumah korban, di Perumahan Puri Diva Istanbul, Kelurahan Pao-Pao, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Belasan orang yang diduga preman memukuli sambil menyeret korban keluar dari rumahnya.

Tak puas hanya memukuli, salah seorang pelaku lantas menghantam kepala korban dengan pacul. Akibatnya, korban mengalami luka parah dan tak sadarkan diri. Usai mengeroyok korban, sejumlah pelaku juga menganiaya pembantu rumah tangga dan membawa kabur dua unit ponsel dari rumah tersebut.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban Ilhan Kayya mengalami luka berat di kepalanya dan kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Grestelina, Makassar Sulawesi Selatan.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengaku, polisi sudah menerima laporan atas peristiwa tersebut. "Kami masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk istri dan pembantu korban," katanya.

Hingga kini polisi masih menyelidiki dan mengejar para pelaku yang diduga telah melarikan diri ke Kabupaten Sidrap.


Editor : Himas Puspito Putra