27 Rumah di Takalar Sulsel Rusak akibat Terjangan Angin Puting Beliung

Bugma ยท Sabtu, 09 November 2019 - 16:15 WIB
27 Rumah di Takalar Sulsel Rusak akibat Terjangan Angin Puting Beliung

Rumah warga di Takalar rusak setelah diterjang angin puting beliung. (Foto: iNews/Bugma).

TAKALAR, iNews.id - Sedikitnya 27 rumah warga di Kelurahan Panrangnuangku, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) hancur diterjang angin puting. Sejumlah warga mengaku nyaris tertimpa atap rumahnya, namun berhasil menyelamatkan diri.

Seorang warga korban angin puting beliung, Salawari Daeng Tonji (45) mengatakan, angin datang dari areal persawahan dekat perkampungan mereka. Namun lama-lama mengarah ke lokasi permukiman warga.

"Iya anginnya berputar-putar langsung menyapu ke sini (permukiman warga)," kata Salawari kepada iNews di Kelurahan Panrangnuangku, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulsel, Sabtu (9/11/2019).

BACA JUGA: Angin Puting Beliung Terjang Tegal dan Brebes, Ratusan Rumah Rusak Berat

Begitu tahu angin tersebut menghampiri ke permukiman, warga langsung mencari tempat berlindung ke dalam rumah. Namun karena angin malah menyapu rumah mereka, akhirnya warga pun keluar mencari lokasi aman.

Menurut dia, ada 27 rumah di perkampungan mereka yang rusak. Mulai dari rusak di bagian atapnya saja hingga rata dengan tanah. Sebanyak tujuh rumah mengalami kerusakan berat, dan 20 lainnya rusak ringan.

"Rumah saya yang paling parah, karena hancur semua rata dengan tanah," ujar dia.

BACA JUGA: Angin Kencang Terjang 2 Kecamatan di Magelang, 70 Warga Mengungsi

Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Warga mengaku sempat melarikan keluar dari dalam rumah ketika angin mulai menyambar dan membuat ambruk atap rumah mereka.

Kini warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah tinggal sementara di rumah kerabat dan tetangganya. Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah daerah (pemda) pascabencana yang menimpa kediaman mereka.

"Harapannya bisa dibangun kembali rumah yang porak-poranda ini," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal