4 Fakta Masjid Megah di Tengah Kebun Kopi di Gowa Sulawesi Selatan

Herni Amir ยท Selasa, 26 November 2019 - 01:35 WIB
4 Fakta Masjid Megah di Tengah Kebun Kopi di Gowa Sulawesi Selatan

Masjid megah berdiri di tengah kebun kopi di Gowa, Sulsel. (Foto: SINDOnews)

GOWA, iNews.id – Bangunan masjid megah di tengah kebun kopi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan viral di media sosial.

Masjid itu viral setelah videonya diunggah oleh akun Luchyna Make Up. Dalam postingan itu, disebutkan ada masjid megah yang terletak di tengah hutan.

Masjid tersebut dibangun oleh seorang pengusaha kopi asal Bugis yang sering dipanggil Puang oleh masyarakat sekitar. Masjid itu digunakan untuk tempat ibadah bagi pekerja kebun kopi dan masyarakat Dusun Langkoa.

BACA JUGA: Viral Masjid Megah di Tengah Kebun Kopi di Gowa, Begini Kisahnya

Berikut 4 fakta masjid megah di tengah kebun kopi:

1. Sejarah Pembangunan Masjid

Camat Bontolempangan, Muslimin mengatakan, pekerja kopi dan masyarakat setempat memanfaatkan masjid itu untuk menunaikan salat lima waktu.

Pada awalnya di lokasi pembangunan Masjid ada batu besar yang dianggap "karrasa' (dikeramatkan) oleh masyarakat setempat.

Batu besar itu oleh sejumlah warga digunakan untuk melakukan persembahan atau 'sesajen'. Puang lalu memutuskan menghancurkan batu besar lalu dibangun Masjid.

"Setelah Masjid terbangun, lokasi itu pun ditempati untuk Salat dan belajar mengaji bagi warga setempat," kata Muslimin, Minggu (24/11/2019).

2. Lokasi di Pegunungan

Kades Bontoloe Baharuddin mengatakan, masjid tersebut letaknya di tengah pegunungan.

Jarak masjid tersebut dengan permukiman warga sekitar 1 km. Dusun Langkoa sebagai permukiman terdekat, memiliki penduduk sekitar 800 hingga 1.000 jiwa. "Masjidnya sudah lama ada, sekitar lima tahun. Jarak permukiman dari masjid sekitar 1 km," ungkapnya.

3. Dibangun Pengusaha Kopi

Masjid tersebut dibangun oleh seorang pengusaha kopi asal bugis yang sering dipanggil Puang oleh masyarakat sekitar. Masjid itu digunakan untuk tempat ibadah bagi pekerja kebun kopi dan masyarakat Dusun Langkoa.

Puang sering bolak balik Makassar-Jakarta-Timika. Jika datang ke Makassar, Puang selalu menyempatkan ke kebun kopinya itu.

4. Masih Tahap Pengerjaan

Masjid itu masih dalam tahap pengerjaan. Di bagian bawah akan dibuat ruangan untuk tempat tinggal guru-guru mengaji. Guru-guru mengaji itu nantinya mengajarkan membaca Alquran untuk anak-anak penduduk sekitar.


Editor : Kastolani Marzuki