4 Pembunuh Ketua Tim Pemenangan PBB Bantaeng Sulsel Ditangkap Polisi

Muhammad Sardi ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 11:16 WIB
4 Pembunuh Ketua Tim Pemenangan PBB Bantaeng Sulsel Ditangkap Polisi

Para pelaku pembunuhan yang ditangkap saat sedang tertidur dalam tempat persembunyiaan mereka di Tamanlanrea, Makassar. (Foto: iNews/M Sardi)

MAKASSAR, iNews.id – Kasus pembunuhan Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Bulan Bintang (PBB) Bantaeng, Sudirman (30), diungkap petugas gabungan Resmob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Polres Bantaeng. Polisi menangkap empat pelaku di tempat persembunyian mereka, Jumat (15/3/2019) pagi.

Informasi yang dirangkum iNews, pengungkapan kasus setelah petugas gabungan melakukan serangkaian penyelidikan. Hasil pengembangan, polisi menemukan lokasi persembunyian pelaku dalam Perumahan BTP, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Keempat pelaku pembunuhan tak berkutik saat petugas melakukan penggerebekan. Identitas mereka yakni Risal (18), Arif Wijaya (19), Irwan (19) dan Heri Mahmud (20 tahun) yang bertindak sebagai eksekutor.

“Iya benar, jadi kami telah menangkap empat pelaku yang melakukan penganiayaan secara bersama-sama dan memanah korban hingga tewas. Korban merupakan ketua tim pemenangan salah satu parpol di Pilpres 2019,” ujar Panit II Resmob Polda Sulsel Ipda Muhammad Afhi Abrianto, Jumat (15/3/2019).

BACA JUGA: Ketua Tim Pemenangan PBB Bantaeng Tewas Dipanah, Yusril Berduka Cita

Dia mengungkapkan, hasil pemeriksaan terhadap keempat pelaku diketahui motif penganiayaan yang menyebabkan kematian ini hanya lantaran persoalan sepele. Korban dan pelaku saling tatap saat berpapasan dan memunculkan ketersinggungan. Hal ini sekaligus membantah isu yang beredar pembunuhan dipicu persaingan politik.

“Motifnya ketersinggungan saat saling tatap di jalan. Para pelaku mengejar korban dan memanahnya di punggung hingga tembus di dada,” katanya.

Atas perbuatannya, keempat pelaku disangkakan dengan Pasal 170 Ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan secara bersama sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukumannya maksimal penjara seumur hidup.

Diketahui, korban Sudirman saat itu sedang berkendara membawa bendera PBB untuk dipasang di Kabupaten Bantaeng. Dia tiba-tiba diserang empat pemuda yang juga bersepeda motor. Salah seorang pengendara melepaskan anak panah yang mengenai dada korban.

Meski sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Wahidin Makassar, nyawa korban tak tertolong. Dia tewas dan meninggakan seorang istri serta anak yang masih bayi berusia 18 bulan.


Editor : Donald Karouw