Anak-Anak Korban Gempa Palu dan Donggala Mulai Kembali Bersekolah

Bugma ยท Selasa, 09 Oktober 2018 - 01:48 WIB
Anak-Anak Korban Gempa Palu dan Donggala Mulai Kembali Bersekolah

Anak-anak korban gempa Palu, Sulteng saat kembali belajar di SD Inpres Mangasa, Gowa, Sulsel. (Foto: iNews.id/Bugma)

GOWA, iNews.id – Wajah-wajah ceria mulai terlihat pada puluhan anak korban gempa dan tsunami Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah. Mereka yang kini memilih mengungsi ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menjalani aktivitas menuntut ilmu setelah hampir dua pekan libur sekolah akibat bencana tersebut.

Mengenakan seragam dan sepatu, puluhan anak korban gempa dan tsunami itu terlihat sangat senang bisa kembali bersekolah. Mereka terpaksa pindah sekolah di SD Inpres Mangasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa tak jauh dari tempat pengungsian.

Seorang siswi SD korban gempa Palu, Suci mengaku senang karena sudah bisa kembali masuk sekolah dan bertemu teman baru. Dia bahkan tak ingin kembali ke Palu karena trauma dengan gempa dan tsunami yang hingga kini masih membayanginya. “Senang sekali, karena mulai hari ini saya bisa sekolah lagi,” ucapnya.

BACA JUGA:

UGM Gratiskan Kuliah Mahasiswa Korban Gempa Sulteng dan Lombok

Mendikbud Minta Anak-Anak Korban Gempa Palu Tetap Sekolah

Suci hanya berharap ada bantuan perlengkapan sekolah seperti seragam dan buku tulis dari para relawan. Sebab, seluruh seragam dan buku tulisnya hilang akibat bencana itu.

Kepala SD Inpres Mangasa, Hamriati mengatakan, pihaknya ikut senang dan menyambut kedatangan anak-anak korban gempa dan tsunami Palu untuk belajar di sekolah yang dipimpinnya. “Kami berharap agar mereka yang mulai pindah sekolah dapat cepat berbaur dengan teman sekelasnya,” katanya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sebelumnya memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dilanda gempa dan tsunami tetap berjalan meski gedung sekolah rusak dan ambruk. 

Menurut Muhadjir, anak-anak yang menjadi korban tetap harus sekolah, apa pun kondisinya. Kementerian segera menyalurkan tenda untuk sekolah darurat sesuai dengan standar Unicef. “Anak-anak akan kita siapkan dan bantu peralatan sekolah, guru akan kita motivasi agar kembali mengajar,” kata Mendikbud di sela-sela menghadiri Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2018 di Sahid J-Walk Mall, Sleman, Rabu (3/10/2018).


Editor : Kastolani Marzuki