Aniaya Gadis 13 Tahun, Cleaning Service di Makassar Ditangkap Polisi

Antara ยท Senin, 22 Oktober 2018 - 12:51 WIB
Aniaya Gadis 13 Tahun, Cleaning Service di Makassar Ditangkap Polisi

Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Okezone)

MAKASSAR, iNews.id – Seorang cleaning service di Makassar, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi lantaran menganiaya bocah perempuan di dalam area toilet umum anjungan Pantai Losari, Senin (22/10/2018) dini hari tadi. Dari pemeriksaan, pelaku diduga tega menganiaya korban lantaran dalam pengaruh minuman keras.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Diaritz Felle mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada dini hari tadi. “ Korban atas nama PA (13) berjualan bersama ibunya di Anjungan Pantai Losari dan pergi ke toilet, tetapi dianiaya oleh pelaku atas nama AL (29) warga Jayapura, Papua," ujar Diaritz di Makassar, Senin (22/10/2018).

Dia mengungkapkan, awalnya korban yang hampir setiap malam membantu sang ibu berjualan pisang epe di anjungan Pantai Losari itu pergi ke kamar kecil atau toilet.

Pada saat pukul 00.15 WITA, korban yang sudah di dalam toilet langsung berteriak histeris karena pelaku langsung mematikan lampu dan menunggu korban keluar dari kamar kecil tersebut.

“Pelaku yang setiap harinya bekerja sebagai tukang bersih toilet itu sedang berada di bawah pengaruh minuman keras. Ketika korban berlari keluar langsung dicegat kemudian dicekik,” ucapnya.

Korban lalu berteriak histeris dan meronta setelah dicekik. Hingga beberapa saat, cekikan pelaku terlepas. Korban pun berlari ke ibunya dan menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Para pedagang yang mendengar penjelasan korban dan melihat luka di tubuhnya kemudian beramai-ramai menuju toilet umum dan langsung mengamankan pelaku sebelum dilaporkan ke polisi.

"Pedagang dan pengunjung yang ada disekitar TKP (tempat kejadian perkara) mendengar kesaksian korban dan membuat marah pedagang lainnya. Pelaku diamankan kemudian dilaporkan ke polisi," ucapnya.

Akibat kejadian yang dialaminya, korban masih menyimpan trauma baik psikis maupun fisik. Polisi kemudian berkoordinasi dengan semua pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar untuk menghilangkan trauma korban tersebut.


Editor : Himas Puspito Putra