Apresiasi F8, Nurdin Abdullah Minta Budaya Lokal Terus Dipertahankan

Mustofa Layong ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 00:22 WIB
Apresiasi F8, Nurdin Abdullah Minta Budaya Lokal Terus Dipertahankan

Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah beserta perwakilan 12 negara sahabat tiba di tempat acara pembukaan Makassar International Eight Festival and Forum 2018 di Anjungan City of Makassar, Rabu (10/10/2018). (Foto-foto: Koran Sindo/Maman Sukirman).

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

MAKASSAR, iNews.id – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengapresiasi perhelatan Makassar International Eight Festival and Forum 2018 atau F8. Event ini tidak saja menjadi kebanggan masyarakat Sulsel, namun telah menarik perhatian internasional.

Dalam sambutannya saat membuka festival ini, Nurdin bangga karena F8 merupakan salah satu magnet pariwisata ke Makassar dan Sulsel. Dia pun berharap F8 terus eksis dan semakin meningkat kualitasnya di masa mendatang.

"Kita harapkan terus terlaksana, tetapi juga memberi tempat untuk seni budaya lokal. Saya yakin seni budaya kita dapat menjadi tontonan menarik. Kita harus berani mengagkat budaya lokal kita," ucap Nurdin di Anjungan City of Makassar, Rabu (10/10/2018).

Nurdin secara khusus juga meminta Kementerian Pariwisata melirik potensi daerah lain di Sulsel. Menurut dia, potensi wisata tidak hanya dari F8. ”Masih banyak potensi lain yang dapat menjadi pariwisata andalan, salah satunya festival Pinisi di Bulukumba,” kata dia.

BACA JUGA: Meriah, Ajang F8 Ajang Masyarakat Sulteng Bangkit

Pembukaan F8 berlangsung megah dan meriah. Berbagai kesenian ditampilkan dalam acara ini. Sore sebelumnya, atraksi pesawat tempur Sukhoi juga memeriahkan event yang baru digelar ketiga kalinya ini.

Apresiasi pelaksanaan F8 juga dilontarkan Ketua Pelaksana Calender of Event Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty. Menurut Esthy, F8 telah mencuri perhatian sejak pertama diselenggarakan tiga tahun silam.

Dengan potensi F8, Kementerian Pariwisata pun memasukkan event ini pada daftar 100 Calender of Event Wonderful Indonesia usai pelaksana di tahun ke dua.

Langkah ini cukup menarik lantaran untuk masuk dalam daftar kalender wisata nasional itu lazimnya event tertentu telah diselengarakan minimal tiga kali.

"Kita punya standar yang harusnya tiga kali baru masuk. Sementara ini baru dua kali sudah masuk karena memang luar biasa dan perlu dilakukan percontohan untuk event lain," kata Esthy.


Editor : Zen Teguh