Asrama Mahasiswa di Makassar Dilempari Bom Molotov, Pelakunya Masih Misterius

Leo Muhammad Nur ยท Selasa, 09 Juli 2019 - 12:18 WIB
Asrama Mahasiswa di Makassar Dilempari Bom Molotov, Pelakunya Masih Misterius

Tim Inafis Polrestabes Makassar melakukan olah TKP di asrama mahasiswa di Jalan Kijang, Kota Makassar, Sulsel, Selasa (9/7/2019). (Foto: iNews/Leo Muhammad Nur)

MAKASSAR, iNews.id – Asrama mahasiswa di Jalan Kijang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilempari bom molotov oleh sejumlah orang tidak dikenal, Selasa pagi (9/7/2019). Akibatnya, salah satu kamar sempat terbakar. Tim Inafis Polrestabes Kota Makassar langsung ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut para mahasiswa dan sejumlah saksi mata, sejumlah pelaku yang masih misterius itu datang mengendarai sepeda motor, sekitar pukul 05.25 WITA tadi. Warga melihat pelaku mengendarai tiga sepeda motor dan melempari asrama dengan bom molotov tiga kali.

Kobaran api langsung terlihat di salah satu kamar asrama yang dihuni para mahasiswa asal Luwu Raya itu. Setelah itu, pelaku misterius tersebut kabur meninggalkan area asrama.

BACA JUGA:

Rumah Dinas Ketua DPRD Magelang dan Kantor Unit Laka Polres Dilempar Bom Molotov

Bentrokan Warga 2 Desa di Buton, 56 Rumah Hangus Dibakar dengan Bom Molotov

Para penghuni asrama sempat panik mendengar kaca jendela pecah dan melihat api sudah berkobar di kamar. Beberapa barang di kamar juga hangus terbakar. Selain itu, jendela kamar asrama rusak.

“Pas pelemparan pertama itu, yang terkena bom molotov tembok bangunan. Saya langsung terbangun dan menyingkir ke samping supaya enggak kena. Lemparan kedua dan ketiga, yang kena kaca sampai terjadi kebakaran karena botol itu diisi minyak atau bensin,” kata salah satu penghuni asrama, Islamuddin.

Mereka selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada polisi. Tidak lama kemudian, tim gabungan dari Polsek Makassar bersama Inafis Polrestabes Makassar datang dan melakukan olah TKP di lokasi. Hingga kini, polisi masih menyelidiki pelaku dan motif pelemparan bom molotov.


Editor : Maria Christina