Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 6 Tahun Lebih di Luwu karena Ditinggalkan Istri

Nasruddin Rubak ยท Kamis, 08 Agustus 2019 - 17:43 WIB
Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 6 Tahun Lebih di Luwu karena Ditinggalkan Istri

Pelaku pemerkosaan putri kandung diperiksa di Mapolres Luwu, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Kamis (8/8/2019). (Foto: iNews/Nasruddin Rubak)

MAKASSAR, iNews.id – Seorang ayah di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), tega memerkosa putri kandungnya selama enam tahun terakhir. Pelaku beralasan sakit hati setelah ditinggal istrinya yang menikah lagi di Malaysia. Sementara kondisi korban hingga saat ini masih trauma.

Pelaku, Roki Gesong (47), warga Desa Tabah, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, akhirnya ditangkap petugas Tim Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polsek Walenrang di rumahnya, Rabu (7/8/2019). Setelah melakukan pemeriksaan, penyidik kemudian menetapkannya sebagai tersangka, Kamis (8/8/2019).

Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Faisal Syam mengatakan, menurut pengakuan korban berinisial NU (18), dia diperkosa ayahnya sejak 2013 lalu. Saat itu, dia masuk duduk di bangku kelas 3 SMP.

BACA JUGA:

Ayah di Jeneponto Perkosa Anak Kandung Berulang Kali saat Istrinya Tak di Rumah

Ditinggal Istri Kerja, Ayah Cabuli dan Perkosa Anaknya Belasan Tahun di Pasuruan

Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku nekat menyetubuhi anak kandungnya lantaran sakit hati karena sang istri meninggalkannya dan menikah lagi di Malaysia. Pelaku juga tidak mampu menahan hawa nafsu setelah ditinggal sang istri. Sementara menurut pengakuan ibu korban, dia meninggalkan pelaku lantaran memiliki kelainan seks hiperseksual.

Untuk melancarkan aksi bejatnya, pelaku mengiming-imingi akan membelikan telepon seluler (ponsel) untuk putrinya. Korban sempat melaporkan perbuatan sang ayah kepada neneknya. Namun, neneknya tidak mempercayai pengaduan korban.

”Sebenarnya korban sudah berusaha untuk melaporkan kejadian ini kepada neneknya. Namun, berulang kali dilaporkan, neneknya ini tidak mempercayai keterangan cucunya. Akibatnya korban memendam kejadian itu,” kata Faisal di Mapolres Luwu.

Korban yang sudah tidak tahan lagi diperkosa kemudian menceritakan perbuatan ayahnya kepada ibu kandungnya yang baru datang dari luar daerah. Kepada ibunya, korban juga mengungkapkan ayahnya kerap melakukan penganiayaan saat memerkosa dirinya.

Kaget mendengarkan cerita putrinya, ibu kandung korban langsung melapor ke Mapolsek Walendrang. Saat ini, korban didampingi ibunya masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidikan Polsek Walenrang.

Kasat Reskrim Polres Luwu mengatakan, atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perppu Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” ujar Faisal.


Editor : Maria Christina