Ayahnya Gagal ke DPRD Toraja Utara, 2 Pria Keroyok Pasutri hingga Babak Belur

Jufri Tonapa · Senin, 06 Mei 2019 - 11:42 WIB
Ayahnya Gagal ke DPRD Toraja Utara, 2 Pria Keroyok Pasutri hingga Babak Belur

Kalebu Tangdira’pe membuat laporan pengaduan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Senin (6/5/2019). (Foto: iNews/Jufri Tonapa)

TORAJA UTARA, iNews.id – Dua anak calon legislatif (caleg) diSulawesi Selatan (Sulsel), mengeroyok pasangan suami istri hingga babak belur karena tidak mendukung ayah mereka pada Pileg 2019. Ayah kedua pelaku yang maju dari Dapil 3 Toraja Utara tersebut diketahui tidak lolos menjadi anggota DPRD saat rekapitulasi suara.

Kedua korban yakni, Andriana Biringallo dan Kalebu Tangdira’pe, akhirnya membuat laporan pengaduan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Rantepao. Sementara kedua anak oknum caleg yang dilaporkan melakukan pengeroyokan berinisial J dan T.

Menurut keterangan Andriana dan Kalebu, penganiayaan tersebut terjadi setelah kedua anak caleg mengetahui ayah mereka tidak lolos jadi menjadi anggota DPRD Toraja Utara. J dan T sebelumnya sudah dendam karena pasutri itu tidak memilih ayah mereka.

BACA JUGA:

Kalah di Pileg, Oknum Caleg di Raja Ampat Usir Warga dari Tanahnya

Timses Caleg di Cirebon Depresi, Tagih Kembali Paket Sembako ke Warga

Keduanya kemudian menghadang Andriana dan Kalebu di jalan saat mengendarai sepeda motor pada Sabtu, 4 Mei 2019, pukul 08.40 Wita di wilayah Bolu, Kelurahan Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu. Keduanya langsung melancarkan pukulan dan mengeroyok pasutri itu.

“Karena kami tidak mendukung bapaknya, akhirnya mereka dendam kepada kami. Kami sedang naik motor, tiba-tiba kami dihadang di jalan dan disuruh turun. Setelah kami mau berangkat kembali, yang satu mengambil batu, terpaksa suami saya berhenti. Langsung terjadi pengeroyokan,” kata Adriana, Senin (6/5/2019).

Suaminya Kalebu Tangdira’pe menambahkan, dirinya yang mengalami banyak luka-luka dibandingkan istrinya saat kejadian itu. Saat itu, istrinya berusaha meleraikan, tapi akhirnya ikut dipukul. “Saya dikeroyok dan banyak luka di wajah dan tangan. Pergelangan kaki saya bengkak, punggung saya juga luka-luka,” kata Kalebu Tangdira’pe.

Akibat ulah anak oknum caleg itu, Adriana Biringallo dan Kalebu Tangdira'pe mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh. Atas kejadian yang menimpa mereka, pasutri tersebut melapor ke Polsek Rantepao. Keduanya berharap J dan T diproses hukum.

Hingga saat ini, kasus penganiayaan tersebut masih ditangani oleh Polsek Rantepao. Polisi masih meminta keterangan dari kedua korban dan akan memanggil kedua anak oknum caleg yang dilaporkan melakukan penganiayaan.


Editor : Maria Christina