Banjir Rendam 6 Kecamatan di Luwu Timur, Jalur Trans Sulawesi Terputus

Nasruddin Rubak ยท Selasa, 30 April 2019 - 18:57 WIB
Banjir Rendam 6 Kecamatan di Luwu Timur, Jalur Trans Sulawesi Terputus

Banjir yang melanda Luwu Timur, Sulsel terus meluas hingga merendam enam kecamatan dan memutus akses jalur Trans Sulawesi. (Foto: Dok.iNews.id)

LUWU TIMUR, iNews.id – Banjir akibat tingginya curah hujan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan meluas hingga merendam ribuan rumah warga di enam kecamatan.

Bencana tersebut juga memutuskan Jalur Trans Sulawesi. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan dan aktivitas warga dari Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Tenggara (Sultra) maupun sebaliknya lumpuh total.

Banjir yang diklaim terparah dalam beberapa tahun terakhir itu selain disebabkan tingginya curah hujan, juga akibat meluapnya sejumlah sungai. Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, namun puluhan kepala keluarga sudah diungsikan ke tempat aman.

Korban banjir, Rosmah mengatakan, banjir mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 03.00 WIB. Sehingga, warga banyak yang tidak sempat mengamankan barang-barangnya. “Air masuk jam 3 pagi. Kita nggak sempat selamatkan barang,” katanya, Selasa (30/4/2019).

BACA JUGA: Banjir 1 Meter Rendam Ribuan Rumah di Luwu akibat Hujan Deras

Dari data BPBD Luwu Timur, banjir kini meluas hingga ke Kecamatan Tomoni Timur, Mangkutana, dan Wasponda. Sebelumnya, banjir merendam ribuan rumah warga di Malili, Wotu, dan Kalena. Ketinggian air di permukiman warga bahkan kini sudah melebihi satu meter di sejumlah titik.

Tim BPBD dan Taruna Siaga Bencana sudah turun ke lokasi untuk membantu evakuasi warga dan barang-barang ke lokasi yang lebih aman. BPBD juga sudah membangun posko untuk mengevakuasi warga di Kalena. Sebagian besar warga juga diungsikan ke kantor Desa Sumber Agung.


Editor : Kastolani Marzuki