Banjir Rendam 7 Desa di Luwu Sulsel, Trans Sulawesi Lumpuh Beberapa Jam

Nasruddin Rubak ยท Senin, 19 Agustus 2019 - 19:26 WIB
Banjir Rendam 7 Desa di Luwu Sulsel, Trans Sulawesi Lumpuh Beberapa Jam

Pengendara sepeda motor dan mobil dievakuasi dengan mobil setelah sempat terjebak banjir di Kabupaten Luwu, Sulsel, Senin (19/8/2019). (Foto: iNews/Nasruddin Rubak)

LUWU, iNews.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengakibatkan Sungai Larompong meluap hingga merendam ratusan rumah di tujuh desa. Banjir juga mengakibatkan akses jalan Trans Sulawesi lumpuh selama beberapa jam, Senin (19/8/2019).

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir tersebut melanda sejumlah desa di Kecamatan Larompong dan Larompong Selatan. Di Kecamatan Larompong, desa yang terendam banjir yakni, Desa Riwang, Desa Buntu Matabing, dan Desa Rante Belu. Sementara di Kecamatan Larompong Selatan, yang terendam banjir yakni, Desa Salusana, Desa Dadeko, Desa Temboe, dan Desa Sampano.

Dari pantauan iNews, ratusan kendaraan dari dua arah di Trans Sulawesi terpaksa mengantre lantaran ketinggian air di badan jalan mencapai 1 meter. Warga bersama tim SAR gabungan membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

BACA JUGA: 

Konawe Masih Terendam Banjir, 5.360 Hektare Sawah Rusak

Ratusan Rumah di Jombang Sudah 6 Hari Terendam Banjir

Luapan sungai yang bertemu dengan air pasang membuat banjir semakin parah dan tambah meluas. Awalnya, sebagian titik masih bisa dilalui dengan kendaraan roda empat. Namun, akses Trans Sulawesi di Pasar Larompong terendam setinggi 1 meter sehingga tak bisa dilalui sama sekali dan lumpuh total.

Sementara ketinggian air di dalam rumah warga mencapai lutut orang dewasa. Derasnya arus air yang masuk ke dalam rumah membuat sebagian harta benda warga ikut tersapu banjir.

“Pasien ada yang terjebak di dalam karena banjir,” kata salah seorang petugas medis di sebuah klinik.

Bahkan, polisi harus membantu mengevakuasi salah seorang warga yang akan melangsungkan akad nikahnya. Dia tidak bisa ke lokasi karena jalan sudah tertutup banjir.

“Saya mau menikah hari ini, tapi tidak bisa berangkat karena jalan banjir,” kata Edi, warga asal Palopo, pengantin yang dievakuasi petugas dengan mobil polisi.

Hingga Senin malam, petugas kepolisian dan BPBD Kabupaten Luwu masih terus berupaya mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Ketinggian banjir pun perlahan surut. Namun, warga masih mewaspadai banjir susulan.


Editor : Maria Christina