Bapak dan Anak Diamuk Warga dengan Parang dan Batu Gara-gara Kuda, 1 Tewas

Sulaiman Nai ยท Rabu, 06 November 2019 - 13:02 WIB
Bapak dan Anak Diamuk Warga dengan Parang dan Batu Gara-gara Kuda, 1 Tewas

Mantari Daeng Nuntung (70) dirawat di Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang Jeneponto, Sulsel, setelah diamuk massa dengan batu dan balok. Sementara putranya tewas dikeroyok warga. (Foto: iNews/Sulaiman Nai)

JENEPONTO, iNews.id – Bapak dan anak diamuk warga di Kampung Batu-Batua, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), gara-gara kasus pencurian seekor kuda. Keduanya diserang dengan parang, balok, dan batu sehingga sang anak tewas di tempat sedangkan bapaknya luka parah.

Kedua korban yang diamuk massa yakni, Mantari Daeng Nuntung (70) bersama anaknya Ambo (38), warga Desa Barayya, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. Saat ini, Mantari Daeng Nuntung masih harus dirawat di Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang Jeneponto.

Informasi diperoleh, pengeroyokan pada Senin (4/11/2019) itu berawal saat kedua korban mendatangi rumah Kepala Dusun Batu-Batua di Desa Datara, Kecamatan Bontoramba. Kedatangan mereka untuk meluruskan tudingan warga yang menyebut mereka mencuri kuda milik warga setempat. Namun, saat itu pula, korban dan warga yang turut hadir terlibat cekcok mulut hingga berujung pengeroyokan.

 

BACA JUGA:

Gegara Rokok, 2 Pemuda di Semarang Aniaya dan Bakar Teman

Keroyok Polantas, 3 Orang Rombongan Pengantar Jenazah di Gowa Jadi Tersangka

 

Warga yang ramai di rumah kepala dusun menghakimi kedua korban beramai-ramai. Korban Ambo tewas bersimbah darah di tempat karena dihujani batu dan disabet parang di punggung. Sementara bapaknya, Mantari Daeng Nuntung dipukuli dengan balok kayu dan dihujani batu sehingga luka parah di sekujur tubuh dan wajah.

“Bapak dan anak itu dipukul batu, diparang. Orang-orang di sini lagi ramai waktu kejadian,” kata saksi mata, Kepala Dusun Batu-Batua, Daeng Tayang, Selasa (5/11/2019).

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kasubbag Humas Polres Jeneponto AKP Sahrul Regama mengatakan, polisi masih menangani kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan satu orang tewas di TKP dan satu orang luka berat itu. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap motifnya.

“Kedua korban ini memiliki hubungan darah, satu tewas di TKP dan satu masih dirawat di rumah sakit. Motifnya sampai saat ini masih kami dalami karena kami masih melakukan penyelidikan,” kata Sahrul.


Editor : Maria Christina