Begini Kondisi Balita di Makassar yang 2 Hari Peluk Jasad Ibunya

Yoel Yusvin ยท Selasa, 29 Oktober 2019 - 10:54 WIB
Begini Kondisi Balita di Makassar yang 2 Hari Peluk Jasad Ibunya

Balita EA yang ditemukan memeluk jasad ibunya selama dua hari kini dalam penanganan khusus di RS Bhayangkara Makassar. (Foto: iNews/Yoel Yusvin)

MAKASSAR, iNews.id – Kondisi balita EA (2) yang memeluk jasad ibunya selama dua hari dalam keadaan sehat dan stabil. Dia berada dalam penanganan khusus dokter spesialis anak dan psikiater di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kota Makassar, Selasa (29/10/2019).

Kepala RS Bhayangkara Makassar Kombes Pol dr Farid Amansyah mengungkapkan, saat ini masih memeriksa intensif kondisi EA karena diduga berhari-hari memeluk mayat ibunya murni (39) sebelum diselamatkan warga dan polisi dalam kamar kontrakan mereka di Jalan Bontomanai, Kecamatan Tamalate, Senin (28/10/2019).

“Saya sendiri yang periksa kondisinya semalam. Alhamdulilah tidak ada kelainan fisik, kondisinya sehat. Namun untuk psikis-nya masih kami observasi,” ujar Farid, Selasa (29/10/2019).

Menurutnya, yang paling penting bagi EA saat ini yakni pemulihan traumanya. Peran keluarganya, kedua saudara dan ayahnya penting untuk perkembangan psikisinya.

BACA JUGA: Memilukan, Balita Perempuan di Makassar Terkunci 2 Hari Bersama Mayat Ibunya di Kamar

“Ananda EA ini kan mendekap ibunya selama meninggal, jadi harus dipulihkan traumanya. Kami sudah programkan pendampingan dokter spesialis anak dan psikiatri. Ini luar biasa dan tidak bisa kita bayangkan dia memeluk jasad ibunya selama dua hari dalam kondisi membusuk,” katanya.

Sebelumnya, balita EA ditemukan sedang memeluk jasad ibunya yang sudah diperkirakan telah meninggal selama dua hari dan mengeluarkan aroma menyengat di Jalan Bontomanai, Kelurahan Pabaeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Senin (28/10/2019).

Awalnya dia ditemukan pemilik kos bernama Ratnawati (52) saat hendak menagih uang bulanan. Begitu pintu diketuk, kamar dalam kondisi terkunci dan terdengar suara sang balita menangis. Selanjutnya saksi meminta pertolongan warga dan polisi setempat yang kemudian mengevakuasinya.


Editor : Donald Karouw