Belasan Siswi SD di Jeneponto Diduga Jadi Korban Pencabulan Penjaga Kantin

Sulaiman Nai ยท Selasa, 29 Oktober 2019 - 18:55 WIB
Belasan Siswi SD di Jeneponto Diduga Jadi Korban Pencabulan Penjaga Kantin

Penjaga kantin sekolah, Daeng Bulu (56) diperiksa polisi lantaran diduga telah mencabuli belasan siswi di Jeneponto, Sulsel. (Foto: iNews/Sulaiman Nai)

JENEPONTO, iNews.id – Belasan siswi sekolah dasar (SD) di Jeneponto, Sulawesi Selatan diduga menjadi korban pencabulan penjaga kantin sekolah, Daeng Bulu (65).

Aksi bejat pelaku warga Lassang-Lassang, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto itu terungkap setelah seorang korban melapor ke polisi.

Tak butuh waktu lama, pelaku yang diketahui suami guru SD itu ditangkap petugas dan kini masih diperiksa intensif di Mapolsek Arungkeke.

BACA JUGA: Ayah di Jeneponto Perkosa Anak Kandung Berulang Kali saat Istrinya Tak di Rumah
 
Kanitreskrim Polsek Arungkeke, Bripka M Arif mengatakan, pelaku ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan dan nyaris diamuk massa dari keluarga korban yang geram dengan ulahnya.

Penangkapan pelaku ini setelah salah satu orang tua korban melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami anaknya ke polisi. “Dari laporan tersebut, petugas kemudian menangkap pelaku di rumahnya. Sebelum diamankan pelaku nyaris diamuk massa dari keluarga korban,” katanya, Selasa (29/10/2019).

Dia mengungkapkan, aksi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pelaku terhadap korban terungkap ketika korban melapor atau menceritakan peristiwa pelecehan yang dialaminya ke orang tuanya sambil menangis. Korban mengaku kemaluannya dipegang oleh pelaku saat sedang berbelanja nasi kuning saat jam istrahat sekolah.

“Pelaku ini adalah suami dari salah seorang guru PNS. Sehari-hari pelaku Daeng Bulu ini menjual jajanan di kantin sekolah. Ketika jam istirahat tiba semua siswi berbelanja di kantin sekolah tersebut. Pada saat berbelanja kemaluan korban dipegang oleh pelaku,” katanya.

Menurut M Arif, korban dugaan pelecehan itu tak hanya sau orang namun ada belasan siswi mulai kelas III, IV, V hingga VI yang menjadi korban.

BACA JUGA: 35 Siswi di Jombang Diduga Jadi Korban Pencabulan, 15 Jalani Visum

Semua siswi yang menjadi korban mendapat perlakuan yang sama yakni dipegang kemaluannya oleh pelaku saat sedang berbelanja nasi kuning di kantin sekolah.

Salah satu korban, Wy mengaku, dipegang kemaluannya saat membeli jajan di kantin yang dikelola pelaku. “Tiap jam istirahat saya beli makanan di kantin sekolah. Saat itu pelaku duduk dan siswa dipanggil satu-satu terus dipegang kemaluannya,” ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki