Berkenalan di Medsos, Remaja Ini Paksa Siswi SMP Berhubungan Badan

Bugma ยท Jumat, 21 Desember 2018 - 18:24 WIB
Berkenalan di Medsos, Remaja Ini Paksa Siswi SMP Berhubungan Badan

Tersangka pelaku penyekapan siswi SMP di dalam sel tahanan Mapolres Gowa, Sulsel. (Foto: Bugma).

GOWA, iNews.id - Petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan AK (18), sebagai tersangka pelaku penyekapan seorang siswi SMP. AK diduga menyembunyikan korban dan menyetubuhinya di kolong tempat tidur orang tua tersangka.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, tersangka AK ditetapkan setelah polisi memeriksa kasus penyekapan tersebut. Awalnya, orang tua korban melaporkan anaknya yang tidak pulang ke rumah selama 4 hari berturut-turut.

"Selanjutnya, unit PPA mencari tersangka dan korban," kata Mangatas di Mapolres Gowa, Sulsel, Jumat (21/12/2018).

BACA JUGA: Cabuli Murid hingga Hamil, Pimpinan Ponpes di Tangerang Diamuk Massa

Saat petugas sampai tempat tersangka, hanya ada AK saja di sana. Namun, setelah proses pencarian lebih lanjut, barulah diketahui bahwa korban ini disembunyikan di kolong tempat tidur orang tua tersangka. Motifnya, dia ingin menikahi korban yang masih di bawah umur secara paksa.

"Tersangka AK mengaku akan memaksa korban untuk menikah dan mengaku tak tahu jika korban masih di bawah umur," ujarnya.

Dia mengatakan, polisi juga sudah mengintrogasi tersangka terkait kronologi penyekapan tersebut. Dia mengatakan, AK berkenalan dengan korban melalui media sosial (medsos), dan langsung mengajak korban untuk berhubungan layaknya suami istri.

BACA JUGA: Cabuli Anaknya, Petani di NTT Ini Terancam Dikebiri

AK kemudian mengajak korban bertemu. Setelah itu, dia melancarkan aksinya dengan menyekap pelajar tersebut. Di kolong tempat tidur itu juga, tersangka menyetubuhi korban.

"Petugas PPA Polres Gowa juga menyita sejumlah pakaian milik korban yang dipakai saat aksi penyekapan dan persetubuhan dilakukan tersangka dengan korban," ujar Mangatas.

Kini tersangka AK harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di sel tahanan Polres Gowa. Dia dijerat Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal