BMKG: Gempa Bumi di Mamasa Disebabkan Sesar Saddang yang Mulai Aktif

Antara ยท Rabu, 07 November 2018 - 13:31 WIB
BMKG: Gempa Bumi di Mamasa Disebabkan Sesar Saddang yang Mulai Aktif

Ilustrasi analisis gempa. (Foto: Okezone)

MAKASSAR, iNews.id - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memastikan gempa bumi yang terjadi di Mamasa, Provisi Sulawesi Barat, disebabkan Sesar Saddang yang mulai aktif.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi dangkal ini terjadi akibat aktivitas Sesar Saddang," kata Pelaksana tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Joharman di Makassar, Rabu (7/11/2018).

Meski demikian, dampak gempa bumi tektonik yang mengguncang mamasa dan sekitarnya itu tidak berpotensi tsunami. Gempa terakhir tercatat terjadi pada Selasa, (6/11/2018) pukul 22:47 WITA.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang terjadi awalnya berkekuatan 4,6 Skala Richter (SR). Lokasi pusat gempa berada di darat, 10 kilometer Timur Laut Mamasa, Sulawesi Barat pada koordinat 2,91 Lintang Selatan (LS) – 119,42 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 10 kilometer.

Hingga Selasa malam, pukul 22.00 WITA, gempa susulan telah tercatat sebanyak 78 kali. Teranalisa 41 kali gempa yang dipicu mainshock 5,5 SR yang kemudian dimuthakhirkan menjadi 5,2 Skala Richter.

“Untuk wilayah Mamasa dan sekitarnya memang sesar Saddang lebih dominan mempengaruhi aktifitas tektonik di daerah tersebut. Dalam beberapa waktu terhitung cukup jarang gempa terjadi di wilayah Mamasa ini,” ucap Joharman.

Namun belakangan sesar ini mulai aktif dan menyebabkan gempa yang cukup besar dan disertai banyak gempa susulan dengan kekuatan bervariasi antara 2 sampai 3 SR.

Sesar Saddang membentang dari pesisir Pantai Mamuju, Sulawesi Barat memotong diagonal melintasi daerah Sulawesi Selatan Bagian Tengah, lalu Sulawesi Selatan Bagian Selatan, Kota Bulukumba, hingga ke Pulau Selayar Bagian Timur.

"Guncangan gempa bumi dirasakan di Mamasa dan Mamuju sebesar II-III MMI. Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG," katanya.

Joharman menambahkan meningkatnya aktivitas seismik baik di wilayah Sulbar, Sulsel maupun di Sulteng tidak lepas dari pengaruh gempa tektonik yang terjadi di Donggala dan Palu dengan kekuatan 7,7 magnitudo, dimana memicu aktivitas sesar sesar yang ada, seperti sesar saddang, sesar walanae ataupun sesar matano.


Editor : Himas Puspito Putra