Bocah SD di Luwu Sulsel Dicabuli Orang Tak Dikenal saat Pulang Sekolah

Nasruddin Rubak ยท Selasa, 13 Agustus 2019 - 03:30 WIB
Bocah SD di Luwu Sulsel Dicabuli Orang Tak Dikenal saat Pulang Sekolah

Ilustrasi pencabulan anak. (Foto: Sindonews).

LUWU, iNews.id – Seorang murid kelas 1 SD di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Selatan) dicabuli di sebuah rumah kosong Jalan Banawe, Kecamatan Belopa. Pelaku merupakan orang tak dikenal yang membuntuti korban usai pulang sekolah.

Tim Reskrim Polres Luwu menangkap pelaku cabul tersebut setelah mendapat laporan dari keluarga korban.

Informasi yang dihimpun iNews, kronologi ini bermula saat korban berjalan kaki pulang sekolah bersama sepupunya. Ternyata pelaku mengikuti korban di belakang, dan setibanya di rumah kosong Jalan Banawe, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, pelaku menarik korban serta sepupunya.

BACA JUGA: Modus Ajak Bermain di Kamar, Cleaning Service di Makassar Cabuli Bocah 4 Tahun

Sepupu korban berhasil melarikan diri. Sedangkan korban langsung disekap dan diperkosa pelaku. Usai itu, bocah tersebut langsung kabur dan berteriak meminta tolong, sehingga dia mendapat bantuan warga.

Sementara, pelaku kabur saat tahu massa mulai berdatangan membantu korban. Warga kemudian membawanya ke rumah sakit untuk visum. Dari hasil tersebut pihak keluarga langsung melaporkan kasus ini ke polisi.

Petugas pun langsung memburu pelaku dan menangkapnya. Begitu tahu polisi telah mengamankan pelaku cabul tersebut, pihak keluarga korban serta sejumlah warga mendatangi Mapolres Luwu.

BACA JUGA: Niat Obati Anak, Ibu Muda di Lahat Malah Ditiduri Dukun Cabul

Mereka mengamuk dan hendak menghakimi pelaku, karena tak terima perbuatan bejatnya. Akibat perbuatannya, korban menjadi trauma dan sejumlah bocah seusianya menjadi takut pergi ke sekolah.

"Anak-anak kami jadi takut. Kami juga khawatir," kata seorang warga kepada polisi di depan Mapolres Luwu, Sulsel, Senin (12/8/2019).

Massa yang marah berhasil diredam polisi. Petugas meminta agar massa dan pihak keluarga korban mempercayakan kasus ini untuk diproses hukum.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal