Buntut Penganiayaan Guru, Polisi Beri Trauma Healing kepada ke Siswa SD di Gowa

Bugma · Jumat, 06 September 2019 - 15:17 WIB
Buntut Penganiayaan Guru, Polisi Beri Trauma Healing kepada ke Siswa SD di Gowa

Suasana saat kegiatan untuk menghibur anak-anak SDN Pa’bangiang di Wajo pascapengeroyokan guru oleh wali murid. (foto: iNews/Bugma)

GOWA, iNews.id – Sejumlah polwan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa mendatangi SD Negeri Pa’bangiang di Jalan Andi Tonro, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (6/9/2019). Kedatangan mereka untuk memberi trauma healing bagi anak-anak yang ketika itu menyaksikan pengeroyokan dua wali murid terhadap seorang guru.

Kanit PPA Polres Gowa Aiptu Hasmawati mengatakan, kegiatan trauma healing ini untuk memulihkan anak-anak dari rasa takut agar bisa tetap fokus belajar. Apalagi, mereka ini melihat langsung aksi kekerasan saat orangtua murid menyerang secara fisik guru mereka di dalam kelas.


“Giat trauma healing ini wujud perhatian kami untuk kondisi psikis anak-anak. Kami ingin mengubah suasana hati dari yang sebelumnya sedih dan takut agar lebih bahagia. Dan alhamdulilah, kegiatan ini dapat menceriakan mereka kembali,” ujarnya, Jumat (6/9/2019).


BACA JUGA:

Penganiayaan Guru SD di Gowa, Polisi Juga Tetapkan Ibu 2 Pelaku Jadi Tersangka

Pengeroyokan Guru di Gowa, Disdik: Orang Tua Tak Bisa Intervensi ke Ruang Kelas


Dalam kegiatan trauma healing ini, anak-anak diberikan permaian yang sifatnya menghibur dan melibatkan kerja sama. Mereka semua sangat menikmati hingga larut dalam keceriaan.

“Bahkan anak-anak tadi meminta kami kembali lagi,” katanya.

Diketahui, sebelumnya seorang siswa SDN Pa’bangiang menjadi korban kekerasan seorang wali murid. Hal ini terjadi setelah korban terlibat perkelahian dengan anak dari wali murid tersebut, sekaligus teman sekelasnya.

Sebenarnya perkelahian ini sudah didamaikan, namun oknum wali murid tak puas. Dia menjewer telinga seorang murid dan memaksa gurunya untuk memberi hukuman.

Sang guru menolak memberi hukuman kepada muridnya, hal itu memancing dua wali murid yang telah ditetapkan tersangka melakukan penganiayaan di dalam ruang kelas. Akibatnya sang guru mengalami sejumlah luka di wajah. Polisi yang menangani aksi pengeroyokan ini sudah menetapkan tiga tersangka atas kasus tersebut.


Editor : Donald Karouw