Cerita Pilu Gadis Korban Penyekapan dan Pemerkosaan 3 Pria di Makassar

Yoel Yusvin ยท Senin, 14 Januari 2019 - 23:10 WIB
Cerita Pilu Gadis Korban Penyekapan dan Pemerkosaan 3 Pria di Makassar

Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P2TPA) Kota Makassar Tenri A Palallo saat merawat korban kejahatan seksual. (Foto: iNews/Yoel Yusvin)

MAKASSAR, iNews.id – Kisah pilu dialami seorang gadis 14 tahun di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dirinya menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan tiga pemuda yang tak dikenalnya selama tiga hari dua malam. Selama masa itu, korban mengalami kekerasan fisik dan seksual.

Kendati kondisi psikisnya masih terguncang, namun korban tetap berupaya tegar dan mau membagi kisah perjuangannya meloloskan diri dari para predator seksual tersebut. Dia lolos usai berhasil melepaskan ikatan tali rafia di tangannya dan melompat dari lantai dua bangunan ruko tempat dirinya disekap.

Korban menceritakan, awalnya berkenalan dengan pelaku bernama Rahmat melalui jejaring sosial Facebook. Setelah berkenalan dua hari, dia menerima ajakan pelaku yang akan membawanya jalan-jalan ke tempat wisata di Kota Makassar.


BACA JUGA:

Kondisi Korban Penyekapan dan Pemerkosaan di Makassar Mulai Membaik

Dalang Penyekapan dan Pemerkosaan Gadis Belia di Makassar Ditangkap


Korban yang awalnya tak memiliki rasa curiga apapun menerima ajakan pelaku dan dijemput di Kabupaten Gowa, Sulsel. Saat di perjalanan, pelaku bukannya membawa korban ke Pantai Losari namun mengarahkan ke sebuah ruko di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar. Setiba di dalam riko, sudah ada dua pelaku lain yang langsung menarik paksa dan menyekapnya.

“Saya di bawa ke dalam kamar dengan tangan terikat dan mulut dipasangi lakban. Saya juga tak diberi makan selama tiga hari saat disekap,” ucap korban, Senin (14/1/2019).

Selama dalam masa-masa kelam itu, korban mengakui mendapat kekerasan fisik dan seksula. Para pelaku memerkosa dirinya secara bergantian. Jika melawan dia dianiaya dengan benda tumpul hingga mengalami luka lebam di bagian leher.

“Saat mereka tidur, saya melepas ikatan tali dengan mengesekannya di jendela kamar. Lalu saya keluar melalui pintu jendela dan menguncinya kemudian melompat. Saya sudah tidak pikir lagi tinggi atau pendek bangunan,” ujarnya.

BACA JUGA: Otak Penyekap dan Pemerkosa Gadis 14 Tahun di Makassar Ditembak Polisi

Saat ini usai mendapat pertolongan, kondisi korban perlahan mulai membaik. Hanya saja traumanya belum menghilang dan kerap menangis terisak. Korban kini dalam penanganan Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P2TPA) Kota Makassar.

“Proses pemulihan traumanya masih panjang. Kami juga melakukan pendekatan untuk keluarga korban. Orang tua dan kakak-kakaknya agar tidak mendendam. Mereka juga terpukul dengan kejadian ini," kata Kepala P2TPA Makassar Tenri A Palallo.

Dia mengungkapkan, proses pemulihan fisik dan psikis akan terus dilakukan selama dua pecan berjalan ini. Selain itu, korban juga menjalani pemeriksaan untuk mengeluarkan cairan sperma akibat kekerasan seksual yang dialaminya.

“Kondisinya sudah membaik, tapi masih nangis-nangis. Jika sudah mulai pulih, kami akan kembali korban ke keluarganya,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw