Cuaca Buruk, Helikopter yang Ditumpangi Pangdam XIV Hasanuddin Mendarat Darurat

Sulaiman Nai ยท Senin, 03 Juni 2019 - 21:00 WIB
Cuaca Buruk, Helikopter yang Ditumpangi Pangdam XIV Hasanuddin Mendarat Darurat

Warga tampak ramai di lokasi pendaratan darurat Helikopter Bell 412 milik TNI AD di lapangan sepak bola Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Senin (3/6/2019). (Foto: iNews/Sulaiman Nai)

JENEPONTO, iNews.id – Helikopter Bell 412 milik TNI AD yang ditumpangi Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, mendarat darurat di lapangan sepak bola Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (3/6/2019) siang tadi. Pilot terpaksa melakukannya karena cuaca yang buruk.

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi terbang dari Makassar bersama 14 kru pesawat lainnya. Beruntung dalam insiden ini semua penumpang pesawat selamat.

Semula, mereka hendak memantau situasi keamanan di kawasan Tolo, Kecamatan Kelara, Jeneponto, pascainsiden antara anggota TNI dan anggota Polsek Kelara karena kesalahpahaman. Namun, cuaca tiba-tiba buruk. Awan terlihat tebal dan terjadi angin kencang disertai hujan di wilayah Kabupaten Jeneponto.


BACA JUGA: Helikopter Jatuh di Tasikmalaya, 4 Penumpang Selamat 


Pilot helikopter, Taufan mengatakan, melihat kondisi cuaca, dia mencari tempat pendaratan darurat. Lokasi pendaratan paling memungkinkan di lapangan sepak bola Kecamatan Bontoramba.

“Jadi, tidak ada kerusakan sama sekali. Mesin helikopter aman dan personel juga aman. Pertimbangannya tadi hanya karena faktor cuaca,” kata Taufan.

Pesawat helikopter milik TNI AD Kodam XIV Hasanuddin Makassar ini hampir tiga jam berada di lapangan sepak bola Kecamatan Bontoramba sembari menunggu cuaca kembali normal. Pendaratan darurat helikopter ini pun menjadi tontonan warga setempat untuk berswafoto.

Setelah kondisi cuaca sudah kembali normal, penerbangan kembali dilanjutkan menuju Kota Makassar. “Setelah ini kami kembali lagi ke Makassar untuk mengantar beliau (Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi),” kata Taufan.


Editor : Maria Christina