Curi Kelapa Sepulang Sekolah, 6 Pelajar di Makassar Diamankan Polisi

Yoel Yusvin ยท Rabu, 06 Maret 2019 - 21:12 WIB
Curi Kelapa Sepulang Sekolah, 6 Pelajar di Makassar Diamankan Polisi

Para pelajar diamankan petugas karena kedapatan mencuri kelapa. (Foto: iNews/Yoel Yusvin).

MAKASSAR, iNews.id - Enam pelajar SMA di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) diamankan petugas karena tertangkap basah mencuri kelapa muda di perkebunan warga. Aksi mereka digagalkan pemilik kebun ketika para pelaku sudah memanjat pohon.

Petugas dari Unit Reskrim Polsek Panakkukang langsung mengamankan pelaku. Mereka diduga kerap beraksi di perkebunan warga di Jalan Resing Center, Kota Makassar itu.

"Saya sudah bilang, kalau mau kelapa, minta saja. Tapi mereka malah datang lagi dengan rombongan empat motor," kata Pemilik kebun, Sudirman, di kebunnya Jalan Resin Center, Kota Makassar, Sulsel, Rabu (6/3/2019).

BACA JUGA: Polisi Amankan 4 Pelajar di Sukabumi Pelaku Pembacokan saat Tawuran

Para pelaku masing-masing berinisial AR, ST, SAT, IK, RM dan IM. Saat mereka hendak memanjat pohon dan mengambil kelapa, pemilik kebun mengetahui aksi mereka, dan melaporkannya ke polisi.

Dia mengatakan, sudah berkali-kali mendapati para remaja ini mencuri kelapa muda di kebunnya. Mereka kerap memanjat dan mengambil kelapa tanpa izin. Namun, saat terciduk, mereka selalu melarikan diri.

"Tidak pernah minta izin, selalu langsung memanjat pohon dan mengambil kelapa," ujar dia.

BACA JUGA: Hamil di Luar Nikah, Sepasang Pelajar SMK di Kulonprogo Nekat Aborsi

Kepala Jaga Polsek Panakkukang, Bripka Indra Syam mengatakan, keenam pelaku ini masih berstatus pelajar. Saat ditanya petugas, mereka mengaku baru pulang ujian, dan ingin santai-santai sambil minum kelapa muda.

Guna proses penyelidikan para pelajar ini diamankan polisi ke Polsekta Panakkukang. Petugas juga akan memeriksa keterangan para pelaku ini terkait motif pencurian kelapa ini, dan seberapa sering mereka beraksi di kawasan perkebunan warga tersebut.

"Mereka semua pelajar, kelas 3. Kami bawa ke kantor sementara, sambil kami interogasi," kata Indra.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal