Dampak Kasus Taruna Tewas, Direktur ATKP Makassar Dinonaktifkan

Okezone ยท Minggu, 10 Februari 2019 - 11:06 WIB
Dampak Kasus Taruna Tewas, Direktur ATKP Makassar Dinonaktifkan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Kasus tewasnya salah seorang taruna Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar berbuntut panjang. Kementerian Perhubungan telah menonaktifkan Direktur ATKP Makassar Agus Susanto terkait kasus ini. Kemenhub pun telah menunjuk pelaksana tugas untuk menggantikan Agus sementara waktu.

Sementara itu, satu taruna senior bernama Muhammad Rusdi (21) yang telah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan juga telah diskorsing. Dari pemeriksaan sementara, Rusdi terbukti telah menganiaya juniornya, Aldama Putra Pongkala (19) beberapa waktu hingga korban meregang nyawa.

"Setelah melakukan investigasi dan pertemuan internal, kami memutuskan menonaktifkan Direktur ATKP Makassar dan menskorsing satu orang untuk menjalani pemeriksaan pihak kepolisian," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Sabtu (9/2/2019).



Lebih lanjut Menhub mengatakan, setelah melakukan investigasi internal, pihaknya menduga telah terjadi penyimpangan terhadap sistem dan prosedur yang berlaku sehingga menyebabkan musibah kepada taruna ATKP Makassar. Namun demikian, untuk penyebab pastinya, pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari penyelidikan yang dilakukan polisi.

BACA JUGA: 

Kematian Taruna ATKP Makassar, Hotman Paris Siap Beri Bantuan Hukum

Jenazah Taruna ATKP Makassar Dimakamkan di Kompleks Pemakaman TNI AU

Taruna Akademi Penerbangan Makassar Tewas Dianiaya, 1 Senior Tersangka


"Berdasarkan hasil investigasi internal, kami memutuskan untuk melakukan pergantian personel terhadap seluruh lini di ATKP Makassar yang terlibat pada saat kejadian," ujar Menhub.

Dia mengatakan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) yang menaungi sekolah-sekolah perhubungan di seluruh daerah secara tegas telah menerapkan aturan-aturan dan SOP untuk menjauhi serta mencegah terjadinya kekerasan di dalam kampus/sekolah antartaruna.

“Pembenahan pola pengasuhan, dan sosialisasi secara terus-menerus telah disampaikan oleh dosen, para pengawas dan unsur kampus/sekolah kepada para taruna setiap mengajar. Kami selalu ingatkan bahwa budaya kekerasaan bukanlah hal yang benar, karena di dunia kerja pun tidak ada senior-junior, yang ada profesionalisme dalam pembelajaran," ucapnya.

Ke depan, kata Menhub, BPSDMP telah menyiapkan langkah-langkah nyata perbaikan SOP dan peningkatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Caranya yakni dengan menambahkan tenaga-tenaga pengawas dan pengasuh taruna-taruni pada sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.


Editor : Himas Puspito Putra