Ditembak Kedua Kakinya, Begal Sadis di Makassar Meronta dan Menangis

Andi Deri Sunggu ยท Jumat, 30 November 2018 - 15:47 WIB
Ditembak Kedua Kakinya, Begal Sadis di Makassar Meronta dan Menangis

Otak komplotan begal sadis di Makassar yang menebas tangan korbannya hingga putus menangis saat akan masuk penjara. (Foto: iNews/Andi Deri Sunggu)

MAKASSAR, iNews.id – Otak pelaku begal sadis yang menebas tangan korbannya hingga putus meronta dan menangis saat digiring petugas ke Mapolsek Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku bersama empat rekannya telah ditetapkan tersangka. Dia juga ditembak di kedua kakinya oleh polisi karena berusaha kabur saat penangkapan.

Tersangka utama tersebut yakni Aco alias Pengkol (21) yang menjadi otak komplotan begal sadis di Makassar. Dia merupakan pelaku pembegalan di Jalan Datu Ribandang II, Kecamatan Tallo, yang menebas korban dengan parang hingga tangannya terputus.

Aksi itu bukan yang pertama, selama ini Aco dan komplotannya telah banyak meresahkan masyarakat di berbagai tempat kejadian perkara (TKP). Dalam melancarkan aksi begalnya, mereka terbilang ganas dan tak segan melukai korban.


BACA JUGA:

Perawat di Bandung Tewas Dibegal, Polisi Bentuk Tim Khusus Buru Pelaku

5 Kawanan Begal yang Tebas Tangan Korban hingga Putus Ditangkap


Tersangka Aco diringkus dalam rumahnya di Jalan Kokoa, Kecamatan Tallo, Rabu (28/11/2018). Saat akan digiring ke Mapolsek Tallo, pelaku dibopong kedua rekannya sambil menangis dan meronta kesakitan. Dia diamankan bersama sejumlah barang bukti satu unit sepeda motor.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Aribowo mengatakan, tersangka utama dari kelima komplotan begal sudah pernah memiliki catatan kriminal dengan kasus yang sama. Mereka dikenakan Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan (curas) alias begal dan terancam pidana 12 tahun penjara.

“Kami masih pendalaman untuk mengungkap keterlibatan pelaku dengan aksi begal lainnya,” ujar Kapolres, (Jumat (30/11/2018).

Diketahui, kelima begal sadis ini merupakan komplotan yang menebas tangan korban Irman (19) seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Makassar hingga tangannya terputus. Korban saat ini masih menjalani perawatan di RS Awal Bros.


Editor : Donald Karouw