Dituduh Terima Dana Kampanye Rp10 M dari 2 Pengusaha, Ini Kata Gubernur Sulsel

Yoel Yusvin ยท Rabu, 10 Juli 2019 - 18:27 WIB
Dituduh Terima Dana Kampanye Rp10 M dari 2 Pengusaha, Ini Kata Gubernur Sulsel

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membantah tuduhan mantan kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel, Jumras yang menyebutnya menerima dana kampanye Rp10 miliar dari dua pengusaha pada Pilgub Sulsel 2018 lalu, Rabu (10/7/2019). (Foto: iNews/Yoel Yusvin)

MAKASSAR, iNews.id – Mantan kepala Dinas Bina Marga Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) Jumras menuding Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada Pilkada 2018 lalu, menggunakan dana kampanye Rp10 miliar yang berasal dari dua orang pengusaha. Pernyataan Jumras pada sidang tertutup hak angket itu langsung direspons oleh Nurdin.

Nurdin yang ditemui usai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Bhayangkara di Lapangan Karebosi Makassar, Sulsel, Rabu pagi tadi (10/7/2019), menegaskan pernyataan Jumras tidak benar. Dia mengaku tidak pernah menerima dana kampanye sebesar Rp10 miliar dari pengusaha, sebagaimana disampaikan Jumras saat bersaksi dalam sidang tertutup yang digelar Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket, Selasa (9/7/2019).

“Saya ingin sampaikan lillahi ta’ala, kalau ada sumbangan dari pengusaha kepada saya, apalagi namanya rekanan ya. Enggak ada sama sekali, bohong itu, bohong besar,” kata Nurdin.


BACA JUGA: Nurdin Abdullah Larang Tamu Bawa Sumbangan pada Pernikahan Putranya


Dia pun mengancam akan melaporkan Jumras ke polisi jika tidak meminta maaf secara langsung kepadanya dalam kurun waktu satu kali 24 jam. “Saya akan penjarakan dia kalau dia tidak hentikan itu. Saya minta satu kali 24 jam, kalau dia tidak minta maaf kepada saya, saya akan laporkan,” katanya.

Diketahui, DPRD Sulsel resmi membentuk Pansus Hak Angket untuk Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang fokus pada penyelidikan dugaaan KKN di tubuh Pemprov Sulsel, pada Rabu (26/6/2019). Pansus telah memeriksa sejumlah orang terkait penyebab kurangnya serapan anggaran organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Sulsel.

Dalam pemeriksaan lanjutan Selasa (9/7/2019), Jumras, mantan Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel, menjelaskan kronologi pemecatannya. Video saat Jumras memberikan keterangan kepada pansus akhirnya viral di media sosial.

Dalam video itu, Jumras menyebutkan, Gubernur Sumsel memecatnya karena dituduh menerima fee proyek dari dua pengusaha bernama Agung Sucipto dan Ferry Tandiari. Dia pun langsung memberikan klarifikasi kepada Nurdin.

Dia membantah tuduhan itu dan justru mengatakan sebaliknya. Dia mengungkapkan soal dugaan bagi-bagi proyek di internal Pemprov Sulsel dan dugaan Gubernur Sulsel menerima dana kampanye dari dua pengusaha.

“Sebelum saya tinggalkan tempat itu, saya sampaikan bahwa Agung itu menunjuk bapak bahwa pada saat pilkada, bapak dibantu Rp10 miliar. Agung ngomong begitu kepada saya. Dan itu dihadiri oleh kakak daripada wakil gubernur yang mengantar, bapak Sumardi,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, Sumardi yang menjabat kepala Bapenda Sulsel pernah menyampaikan kepadanya untuk memberikan proyek kepada dua pengusaha di Sulsel karena telah membantu gubernur saat Pilgub Sulsel. Namun, dia meminta agar kedua pengusaha mengikuti proses lelang yang dilakukan terbuka.

“Katanya, lah iya, pokoknya bantu dia. Ini saya titipkan kamu uang Rp200 juta, ambil. Saya tolak itu uang. Tapi saya dituduh meminta fee dan saya sudah klarifikasi,” ujarnya.


Editor : Maria Christina