Duka Selimuti Keluarga Anugrah Korban Pembunuhan KKB Asal Toraja Utara

Jufri Tonapa ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 00:27 WIB
Duka Selimuti Keluarga Anugrah Korban Pembunuhan KKB Asal Toraja Utara

Keluarga ANugrah, korban penembakan KKB di Nduga, Papua terlihat sedih dan berduka. Sejumlah anggota TNI dan tetangga sekitar terlihat mendatangi rumah duka di Dusun Poya, Toraja Utara, Sulsel. (Foto: iNews.id/Jufri Tonapa)

TORAJA UTARA, iNews.id – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Anugrah Tandirannu, salah satu korban pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Mbua, Nduga, Papua.

Isak tangis keluarga pun pecah begitu mendapat kabar mengenai tewasnya Anugrah. Informasi itu diterima Nelson Selampang, ayah Anugrah saat ditemui di rumahnya di Dusun Poya, Lembang Katun Poya, Kecamatan Kapala Pitu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (5/12/2018).

Nelson mengaku mendapat kepastian tewasnya Anugrah dari korban yang selamat yakni, Martinus Sampe yang saat ini dirawat di salah satu rumah sakit di Wamena, Papua.

“Dia (Martinus) bilang memang iya anak saya ikut tewas dalam kejadian itu. Anak saya waktu itu bertiga dengan Martinus. Pas mau lari, anak saya ditembak,” katanya.

Untuk memastikan kabar tersebut, Nelson kemudian menelepon kakaknya di Papua. “Saya telepon kakak, katanya jenazah anak saya masih di lokasi,” ucapnya.

BACA JUGA:

15 Jenazah Korban Kebiadaban KKB Berhasil Ditemukan Pasukan TNI-Polri

Korban Penembakan 22 Orang, Wakapolri: Evakuasi Diganggu Tembakan KKB

Seperti diketahui, beberapa hari lalu terjadi pembantaian terhadap 31 pekerja PT Istaka Karya (BUMN) oleh KKB. Mereka dibunuh secara sadis saat membangun Jembatan Kali Yigi-Kali Aurak, Kecamatan Nduga Papua.

Hingga kini, KKB masih menguasai lokasi keberadaan jenazah para pekerja jembatan yang dibunuh di Distrik Yal, Kabupaten Nduga, Papua. 

Pasukan gabungan TNI-Polri akhirnya berhasil menemukan sebanyak 15 jenazah korban pembantaian kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kali Yigi, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (5/12/2018).

Menurut Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kol Jonatan Binsar P Sianipar, rencananya ke-15 jenazah tersebut akan dievakuasi secepatnya ke Timika atau Wamena.

“Akan kami laksanakan secepatnya, namun semua tergantung cuaca. Kalau cuaca di Wamena bagus, maka akan dibawa ke Wamena. Namun bila tidak, akan dibawa ke Timika,” ungkap Kol Jonatan Binsar P Sianipar kepada wartawan, Rabu (5/12/2018) malam di Mako Yonif 756/WMS, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto memastikan jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi kemanusiaan di Nduga sebanyak 22 orang, 21 orang diantaranya warga sipil yaitu para pekerja Jembatan Kali Yigi dari PT Istaka dan seorang lagi yaitu prajurit TNI atas nama Serda Handoko. "Korban meninggal semuanya ada 22 orang, 21 orang warga sipil dan satu orang lagi prajurit TNI," kata Komjen Ari Dono.


Editor : Kastolani Marzuki