Gara-Gara Salah Paham, Ibu di Gowa Sulsel Aniaya Nenek 83 Tahun hingga Tewas

Bugma ยท Sabtu, 07 September 2019 - 18:15 WIB
Gara-Gara Salah Paham, Ibu di Gowa Sulsel Aniaya Nenek 83 Tahun hingga Tewas

Polisi memeriksa terduga penganiayaan terhadap nenek 83 tahun di Gowa hingga tewas. (Foto: iNews/Bugma).

GOWA, iNews.id - Seorang ibu di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga melakukan penganiayaan kepada seorang nenek berusia 83 tahun. Pelaku memukul dan menendang korban hingga tewas hanya karena kesalahpahaman.

Seorang remaja, Mili (13) yang menjadi saksi kekerasan tersebut mengatakan, pelaku berinisial FR (45) sempat cekcok dengan korban, Nenek Lela, yang merupakan tetangganya.

"Nenek Lela itu hanya menegur anak pelaku, supaya tidak bermain di tengah jalan. Tapi ibu anak itu menyangka kalau korban telah memukul anaknya," kata Mili saat memberikan keterangan kepada polisi, Jumat (7/9/2019).

BACA JUGA: Buntut Penganiayaan Guru, Polisi Beri Trauma Healing kepada ke Siswa SD di Gowa

Pelaku yang saat itu emosi langsung berbuat kasar kepada korban. Dugaan penganiayaan akibat salah paham ini terjadi di Kelurahan Ketangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, pelaku menganiaya korban dengan memukul dan menendangnya. Setelah mendapat perlakuan kasar itu, kondisi Nenek Lela langsung memburuk.

"Memang ada kekerasan, di mana pelaku memukul dan menendang korban," ujar dia.

BACA JUGA: Penganiayaan Guru SD di Gowa, Polisi Juga Tetapkan Ibu 2 Pelaku Jadi Tersangka

Melihat kondisi sang nenek yang kritis usai dianiaya pelaku, keluarga korban langsung membawa Nenek Lela ke Rumah Sakit Syekh Yusuf Gowa. Namun saat menjalani perawatan intensif di sana, nyawa korban pun tak bisa diselamatkan.

Untuk menghindari keributan, karena kondisi rumah pelaku dan korban bertetangga, polisi langsung mengamankan pelaku FR ke Mapolsek Somba Opu.

Polisi juga masih mendalami dugaan kasus penganiayaan tersebut untuk memastikan penyebab korban tewas. Korban sendiri sedang disemayamkan di rumah duka.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal