Halau Aksi Bakar Ban Demo Mahasiswa, Polisi di Makassar Terbakar

Yoel Yusvin · Kamis, 14 Maret 2019 - 21:30 WIB
Halau Aksi Bakar Ban Demo Mahasiswa,  Polisi di Makassar Terbakar

Api saat melumat bagian lengan kiri Iptu Muis saat menghalau aksi pembakaran ban demo mahasiswa di Kantor Ditlantas Polda Sulsel. (Foto: iNews/Yoel Yusvin)

MAKASSAR, iNews.id – Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Peduli Lalu Lintas Berkeadilan di depan Kantor Ditlantas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), berlangsung ricuh, Kamis (14/3/2019). Tangan seorang personel bahkan sampai terbakar saat hendak menghalau aksi mahasiswa yang coba membakar ban di tengah jalan.

Identitas anggota yang terluka yakni Panit Shabara Polsek Panakkukang Iptu Muis. Tangan kirinya melepuh akibat luka bakar cukup serius dan harus mendapat perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar.

Peristiwa itu bermula saat puluhan mahasiswa demo menuntut penyelesaian dugaan pungli yang ada di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kabupaten Pangkep. Dalam aksi itu, mereka terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian.



Para mahasiswa selanjutnya berkumpul di tengah jalan dan coba membakar ban mobil yang telah mereka siapkan. Mengetahui adanya percobaan pembakaran ban, Iptu Muis mendekati mereka dan mencoba menghalau.

BACA JUGA: Polisi Luka Parah Dibacok Bandar Narkoba di Mandailing Natal Sumut

Namun api telah tersulut, diduga Iptu Muis terkena siraman bensin hingga api berkobar membakar bagian lengannya. Iptu Muis coba memadamkan api dan tampak berlarian menahan rasa sakit hingga akhirnya dibantu anggota lain. Suasana demo pun mendadak semakin kacau dan menjadi ricuh.

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Harahap membenarkan anggotanya mengalami luka bakar saat pengamanan demo tersebut. Dia mengatakan, ketika itu personel coba menghalau aksi bakar ban karena kondisi jalanan macet dengan adanya demo.

“Satu anggota kami kena siraman bensin hingga mengalami luka bakar di tangan kiri saat pengamanan demo. Saat ini sudah mendapat perawatan di rumah sakit,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw