Kapal Tanker Hilang Kontak 11 Hari di Perairan Sampit, Keluarga Cemas

Huzair Zainal ยท Senin, 07 Januari 2019 - 15:48 WIB
Kapal Tanker Hilang Kontak 11 Hari di Perairan Sampit, Keluarga Cemas

Keluarga Husni Mubarak yang menjadi anak buah kapal tanker Namse Bangsdzod hilang kontak di perairan Sampit, Kalteng. (Foto: iNews/Huzair Zainal)

POLEWALI MANDAR, iNews.id – Kapal tanker Namse Bangsdzod hilang kontak di perairan Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam perjalanannya menuju Tanjung Priok, Jakarta, sejak 28 Desember 2018. Hingga saat ini Senin (7/1/2019) atau hari ke-11, keluarga para anak buah kapal (ABK) cemas lantaran tak mengetahui nasib para mualim di kapal tersebut.

Salah satunya yakni keluarga Husni Mubarak (25), warga Dusun Paku, Desa Paku, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Selatan. Husni yang menjadi ABK di kapal tersebut hingga saat ini tak jelas nasib dan keberadaannya. Keluarga pun khawatir dengan kejadian tersebut.

“Kapalnya hilang saat masih di perairan Sampit. Anak saya biasa menelpon saat akan naik kapal dan tiba di tujuan, tapi ini belum ada kabar sama sekali,” ujar Sabang, ayah Husni, Senin (7/1/2019).

BACA JUGA: Marak Aksi Perompak di Raja Ampat-Sorong, Operator Kapal Wisata Resah

Keluarga hanya menerima dari informasi pihak perushaan kapal loss contact dalam pelayarannya menuju Tanjung Priok, Jakarta. Mereka kini cemas dan menunggu tanpa kejelasan namun terus berharap.

Diketahui, kapal tanker tersebut diketahui membawa muatan minyak nabati crude palm oil (CPO). Pihak perushaan kapal juga telah memberikan informasi hilang kontak ke Basarnas untuk membantu proses pencarian.Pada 3 Januari 2019 silam, radar sempat mendeteksi kapal namun perlahan hilang dalam deteksi sonar. Kelurga berharap pihak perusahaan dan pemerintah pusat melakukan pencarian terhadap kapal tersebut.

Keluarga menceritakan, Husni Mubarak telah bekerja di PT Surabaya Shipping Lines dan membawa kapal tanker sejak 6 bulan lalu. Khusni merupakan lulusan Akademi Maritim Indonesia (AMI) veteran Makassar 2016.


Editor : Donald Karouw