Kasus Pengeroyokan Mahasiswa di Masjid, Polisi Tetapkan 10 Tersangka

Antara ยท Selasa, 18 Desember 2018 - 10:41 WIB
Kasus Pengeroyokan Mahasiswa di Masjid, Polisi Tetapkan 10 Tersangka

Penyidik Polres Gowa saat menentukan arah penyelidikan untuk mengungkap kasus pengeroyokan yang menewaskan mahasiswa di dalam masjid di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, beberapa waktu lalu. (Foto: iNews/Bugma)

GOWA, iNews.id – Polisi masih mendalami kasus pengeroyokan mahasiswa perguruan tinggi swasta, Muhammad Khaidir yang meregang nyawa di dalam masjid di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa pada 10 Desember 2018 lalu. Hingga kini, polisi telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Khaidir tewas mengenaskan usai dianiaya puluhan orang lantaran dikira hendak mencuri kotak amal masjid. "Kasusnya masih didalami dan sekarang ini masih sekitar 10 orang yang menjadi tersangka," ujar Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga di Gowa, Selasa (18/12/2018).

Dia mengatakan 10 pelaku pengeroyokan yang diamankan yakni RDN (47), ASW (26), HST (18), IDK (52), SDS (53), INA (24), YDS (49), HDL (54) serta dua anak yang masih di bawah umur.

Shinto menyebut jika anggotanya masih mempelajari video pengeroyokan yang banyak beredar di media sosial dan melihat keterlibatan warga dalam kasus pengeroyokan tersebut. "Kemungkinan tersangkanya bertambah itu bisa saja kalau ada petunjuk dalam perkembangannya. Anggota masih mempelajari rekaman videonya," katanya.

Menurutnya, pengeroyokan itu berawal saat korban singgah di salah satu masjid di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa untuk salat. Karena pintu masjid terkunci, korban kemudian mengetuk rumah salah seorang penduduk berinisial YDS dengan cukup keras. YDS mengira korban hendak mengancam kemudian melaporkan korban ke RDN yang merupakan marbot masjid.

BACA JUGA: Mahasiswa Tewas Usai Diteriaki Maling di Gowa, Polisi Periksa 13 Warga

RDN yang mendapat informasi tersebut langsung mengumumkan menggunakan pengeras suara masjid bahwa sang mahasiswa hendak mencuri di dalam masjid.

Pengumuman itu kemudian memicu masyarakat untuk berdatangan menuju ke masjid. Warga yang mendapati korban sedang kesal yang kemudian langsung melakukan aksi kekerasan dengan menggunakan tangan kosong serta benda tumpul lainnya.

"RDN yang memancing massa karena memberikan informasi salah. Tidak ada benda yang dicuri dalam masjid. Korban dikeroyok mulai dari dalam masjid sampai di pekarangan," ujarnya.

Atas perbuatan tersangka, polisi menjerat mereka dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan yang di lakukan secara bersama-sama terhadap orang yang mengakibatkan meninggal dunia.

Para tersangka diancam hukuman minimal 12 tahun penjara. Sedangkan dua orang tersangka lainnya yang masih di bawah umur diserahkan ke orang tuanya untuk dilakukan pembinaan.


Editor : Himas Puspito Putra