Kecelakaan Kerja, Kapten Kapal Tewas di Perairan Fasharkan Makassar

Muhammad Sardi ยท Sabtu, 09 Februari 2019 - 07:52 WIB
Kecelakaan Kerja, Kapten Kapal Tewas di Perairan Fasharkan Makassar

Lokasi TKP kecelakaan kerja saat manuver menarik kapal tongkang yang karam di Perairan Fasharkan Makassar, Sulsel. (Foto: iNews/M Sardi)

MAKASSAR, iNews.id – Kecelakaan kerja terjadi saat evakuasi kapal tongkang LCT Muara Sentosa yang karam di Perairan Fasharkan Makassar, Sulawei Selatan (Sulsel), Jumat (8/2/2019) malam. Tali untuk menarik kapal yang kandas itu terputus hingga menimbulkan korban jiwa.

Informasi yang dirangkum iNews, korban tewas dalam kecelakaan kerja tersebut yakni Kapten Kapal Tugboat Muara Badak Sam Hebel Kumaunang (50). Bagian wajahnya terkena empasan tali berdiameter 8 Cm yang terputus saat bermanuver menarik kapal tongkang yang karam. Hantaman tali juga melukai seorang anak buah kapal (ABK) bernama Absonir Panjaitan (59).

Nakhoda Kapal Tugboat Muara Badak Hadi menceritakan, awalnya kapal mereka hendak menarik kapal tongkang seberat 470 ton yang telah karam selama 30 hari di perairan Fasharkan Makassar. Namun dalam prosesnya, ketika bermanuver untuk menarik kapal pengangkut alat berat itu tiba-tiba tali tambang berukuran besar terputus. Empasannya tali dari arah belakang melesat kencang menembus bagian depan kapal hingga mengenai wajah korban Kapten Sam.

BACA JUGA: Tabrak Pagar Rumah Warga, Sopir Minibus Tewas secara Misterius

“Kami sempat coba membawanya ke rumah sakit namun nyawanya tak terselamatkan. Kapten mengalami luka di wajah dan kepala belakang,” ujarnya Sabtu (9/2/2019).

Sementara ABK Absonir juga mengalami luka serius di kepala dan lengan. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) TNI AL Jala Ammari.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makasssar AKP Benny Pornika menuturkan, anggotanya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menyita tali jenis toing yang putus serta barang bukti lainnya untuk diserahkan ke Labfor.

“Kasusnya kecelakaan kerja. Kapal ini sedang menarik kapal lainnya yang karam namun talinya terputus. Korbannya 2 orang, salah satunya meninggal,” ujar Benny, Sabtu (9/2/2019).

Diketahui, kapal tongkang itu karam di wilayah Dermaga Pertamina Regional VII. Kapal pengangkut alat berat itu rencananya akan dibawa ke Kalimantan usai proses pengangkatan.


Editor : Donald Karouw