Kematian Taruna ATKP Makassar, Hotman Paris Siap Beri Bantuan Hukum

Okezone ยท Sabtu, 09 Februari 2019 - 09:26 WIB
Kematian Taruna ATKP Makassar, Hotman Paris Siap Beri Bantuan Hukum

Hotman Paris. (dok iNews)

MAKASSAR, iNews.id – Pengacara kondang Hotman Paris bersedia mendampingi keluarga almarhum Aldama Putra Pongkala (19), taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, yang meninggal akibat dianiaya senior. Hal tersebut setelah pihak keluarga Aldama meminta bantuan melalui media sosial (medsos) kepada Hotman Paris agar dibantu mendapat keadilan atas kematian anak semata wayangnya.

Adalah keluarga Aldama, Samna yang menulis keluh kesahnya di medsos hingga viral. Keluarga Aldama yang meminta dukungan netizen untuk berkomunikasi dengan Hotman Paris hingga akhirnya membuahkan hasil. Postingannya itu diunggah ulang pengguna Instagram @lambe_turah dan dibalas Hotman Paris.

Melalui postingan itu, Hotman Paris ikut berkomentar, jika pihaknya siap membantu.

"Saya Hotman Paris bersedia menerima keluarga yang meminta bantuan hukum ini di Kopi Joni pada tanggal 10 Februari jam 10 pagi," tulis Hotman dalam kolom komentar, Jumat (8/2/2019).


BACA JUGA:

Jenazah Taruna ATKP Makassar Dimakamkan di Kompleks Pemakaman TNI AU

Taruna Akademi Penerbangan Makassar Tewas Dianiaya, 1 Senior Tersangka


Sementara ayah Aldama Putra, Pelda Daniel Pongkala mengaku pihak dari Hotman Paris sudah ada yang menghubunginya. "Kami dihubungi oleh pihak beliau. Mereka siap mendampingi kami," ucap Daniel.

Menurutnya, pihak keluarganya masih belum puas atas pengungkapan kematian anak semata wayangnya, meski polisi telah menetapkan satu orang sebagai tersangka.

Diketahui, Aldama Putra Pongkala yang merupakan taruna tingkat pertama Jurusan Lalu Lintas Udara di ATKP Makassar, milik Kementerian Perhubungan, meninggal Minggu (3/2/2019). Kematiannya diduga karena dianiaya seniornya.

Peristiwa penganiayaan berawal saat korban masuk ke kampus usai meminta izin bermalam di luar. Korban yang membawa motor masuk kampus tanpa mengenakan helm. Dia lalu dihukum seniornya hingga meninggal.

Hasil autopsi membuktikan, Aldama meninggal akibat penganiayaan. Pihak keluarga korban pun meminta agar kasus ini diusut tuntas. Polisi sudah memeriksa 24 saksi dan menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni senior satu tingkat di atasnya atas nama Muhammad Rusdi.


Editor : Donald Karouw