Keroyok Polantas, 3 Orang Rombongan Pengantar Jenazah di Gowa Jadi Tersangka

Bugma ยท Jumat, 09 Agustus 2019 - 13:55 WIB
Keroyok Polantas, 3 Orang Rombongan Pengantar Jenazah di Gowa Jadi Tersangka

Polisi menangkap 3 pelaku pengeroyokan anggota Polantas di Gowa. (Foto: iNews/Bugma).

GOWA, iNews.id - Polisi menetapkan tiga pelaku pengeroyokan terhadap anggota Satlantas Polres Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), sebagai tersangka. Polisi hingga kini masih mengejar lima pelaku lain yang diduga ikut menganiaya korban.

Ketiga pelaku yakni, M Ikram, Nasrul dan Edi, merupakan rombongan pengantar jenazah yang mengeroyok korban, Bripka Ibrahim. Mereka mengaku kesal karena korban menahan konvoi yang dinilai membuat macet lalu lintas.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, aksi semacam ini biasa terjadi. Massa yang ikut dalam rombongan pengantar jenazah merasa seperti raja jalanan, sehingga kerap bersikap arogan, dan tak segan-segan melawan petugas.

BAC JUGA: Viral, Polisi Todong Pengemudi Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Mojokerto

"Aksi ini sudah menjadi budaya. Bahkan, seorang anggota kami atas nama Ibrahim mengalami luka-luk akibat aksi pengeroyokan massa pengantar jenazah," kata Shinto kepada wartawan di Mapolres Gowa, Sulsel, Jumat (9/8/2019).

Padahal saat itu korban yang merupakan anggota Satlanas Polres Gowa itu hanya menahan iring-iringan pengantar jenazah yang melintas di jalur berlawanan arah. Sedangkan mobil ambulans yang membawa jenazah diizinkan tetap melaju.

Namun puluhan rombongan ini menolak dialihkan ke jalur mereka. Mereka tiba-tiba turun dari kendaraannya dan menyerang petugas. Karena aksinya itu, Polres Gowa mengamankan mereka dan menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

"Karena ini terkait dengan kewibawaan polisi yang sedang bertugas secara sah. Mereka terancam pasal 214 KUHP," ujar dia.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Kasus Pria Gondrong Pura-Pura Mati lalu Hidup Lagi di Sampang

Polisi mengimbau, para rombongan pengantar jenazah agar tidak semena-mena di jalan raya. Selain dapat menganggu arus lalu lintas, aksi mereka juga dinilai membahayakan pengendara lainnya, sehingga mereka tetap harus patuh pada rambu-rambu.

Tersangka, M Irkham, mengaku saat itu kesal karena korban menahan rombongan iring-iring pengantar jenazah. Tidak terima diminta memutar balik kendaranya, dia lalu turun dari kendaraannya dan menyerang anggota Polantas tersebut.

"Karena katanya berlawanan arus. Saya disuruh ambil ke jalur kiri. Saat itu sulit berputar karena di belakang saya banyak sekali kendaraan rombongan yang ikut mengantre," kata M Irkham saat ditanya polisi di Mapolres Gowa.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal