Ketua Tim Pemenangan PBB Bantaeng Tewas Dipanah, Yusril Berduka Cita

Antara ยท Kamis, 14 Maret 2019 - 19:38 WIB
Ketua Tim Pemenangan PBB Bantaeng Tewas Dipanah, Yusril Berduka Cita

Ketua Umum DPP PBB Yusril Ihza Mahendra berduka cita atas meninggalnya Ketua Tim Pemenangan PBB Bantaeng, Sudirman yang terkena anak panah beracun. (Foto: Dok.iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Ketua Tim Pemenangan Pemilu PBB Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sudirman meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit (RS) Wahidin, Makassar, akibat terkena anak panah, Kamis (14/3/2019) siang.

Korban berusia sekitar 30 tahun itu meninggalkan istri dan anak perempuan berusia 1,5 tahun. Peristiwa tragis yang menimpa Sudirman terjadi pada Selasa (12/3/2019) lalu.

Saat itu, Sudirman yang sedang bersepeda motor membawa bendera PBB untuk dipasang di Kabupaten Bantaeng. Dia tiba-tiba diserang empat orang yang juga bersepeda motor. Salah seorang pengendara motor itu membidik Sudirman dengan busur panah hingga menembus dada sebelah kirinya.

Sudirman langsung tersungkur akibat anak panah yang diduga beracun itu. Korban sempat dibawa ke RS Bantaeng, namun karena tidak mampu menangani lukanya, Sudirman dirujuk ke RS Wahidin Makassar untuk dioperasi. Sejak Rabu (13/3) Sudirman koma, dan Kamis siang Sudirman meninggal.

BACA JUGA: Balita 3 Tahun di Tobasa Tewas Dianiaya Tetangga, Keluarga Histeris

Sementara itu, aparat Polda Sulsel telah berhasil menangkap empat orang yang diduga pelaku pemanahan. Keempatnya kini sedang diperiksa intensif oleh polisi. Diduga ada motif politik untuk membunuh aktivis PBB itu.

Di Kabupaten Bantaeng, selama ini PBB kurang aktif. Namun empat tahun terakhir khususnya menjelang Pemilu 2019, PBB di sana mulai menguat. Faktor ini yang diduga menjadi pemicu pembunuhan atas almarhum Sudirman.

Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra dan seluruh keluarga besar partainya berduka cita atas meninggalnya korban.

Yusril yang sejak dua hari lalu perhatian dengan kasus ini dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis, merasa sangat terpukul dengan meninggalnya Sudirman.

Yusril menyesalkan serangan terhadap anak buahnya yang diduga karena persaingan politik yang tidak sehat. "Kompetisi demokrasi seharusnya dilakukan dengan cara-cara fair, bukan menggunakan kekerasan terhadap kader partai lain," kata Yusril.


Editor : Kastolani Marzuki