Kisah Pilu Suami dan 5 Anak Mencari Istri yang Pergi Pascatsunami Palu sampai ke Makassar

Andi Deri Sunggu ยท Jumat, 04 Oktober 2019 - 12:55 WIB
Kisah Pilu Suami dan 5 Anak Mencari Istri yang Pergi Pascatsunami Palu sampai ke Makassar

Muhammad Nawir Sanusi bersama 5 anaknya yang berada di Makassar untuk mencari istri dan ibu anak-anak. (Foto: iNews/Andi Deri Sunggu)

MAKASSAR, iNews.id – Bencana gempa dan tsunami Palu pada September 2018 membuat satu keluarga asal Tombulututu harus terpisah. Seorang istri pergi meninggalkan suami dan kelima anaknya dua bulan setelah musibah yang menelan ribuan jiwa dan tak kunjung pulang.

Kepergian sang istri meninggalkan keluarga dengan alasan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Hal ini sulit diterima sang suami Muhammad Nawir Sanusi. Dia kemudian memutuskan untuk mencari istrinya dengan membawa serta kelima anaknya yang masih kecil-kecil hingga sampai di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Namun malang tak dapat ditolak, saat mencari kerja di Makassar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kelima anaknya, Sanusi mengalami kecelakaan. Motor yang dikendarainya bertabrakan hingga membuat kaki kirinya patah.

Dalam ketidakberdayaannya, muncul seorang dermawan yang membantu mereka. Sanusi dan kelima anaknya yakni Muhammad Sahrin (11), M Nasrun (10), M Rizal (5), Jumriani (4) dan Irwansyah (2), ditampung sementara oleh warga tersebut.

BACA JUGA: Istri Melahirkan di Atas Heli TNI AD, Suami: Kami Panik Belum Pernah Naik Heli

“Saya di sini untuk mencari istri. Dia telah menelantarkan anak-anak yang masih kecil begini. Saya bawa anak-anak agar kalau ketemu dia bisa lihat dan mau balik,” ujar Sanusi, Jumat (4/10/2019).

Dia mengatakan, istrinya bernama Sukini (32) warga asal Jawa-Palopo. Mereka berpisah pada 30 November 2018. Sejak itu hingga saat ini mereka tak pernah bertemu.

“Saya sudah berusaha mencari ke mana-mana. Sudah berikan nomor telepon ke teman-teman agar memberitahu jika mendapat kabar. Terakhir saya dengan di Makassar makanya datang ke sini,” katanya.

Saat ini, Sanusi lebih banyak terbaring di tempat tidur karena kaki kirinya masih dalam penyembuhan. Untuk beraktivitas, dia menggunakan tongkat. Sanusi tinggal sementara bersama kelima anaknya di rumah seorang haji yang menolong mereka.

“Tolong kalau ketemu istri saya, kembalilah. Kasihan anak-anak masih kecil jadi terlantar seperti ini,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw