Kondisi Korban Penyekapan dan Pemerkosaan di Makassar Mulai Membaik

Yoel Yusvin ยท Senin, 14 Januari 2019 - 19:26 WIB
Kondisi Korban Penyekapan dan Pemerkosaan di Makassar Mulai Membaik

Proses pemeriksaan korban pemerkosaan dan penyekapan di Kota Makassar. (Foto: iNews/Yoel Yusvin).

MAKASSAR, iNews.id - Perempuan muda yang menjadi korban penyekapan pemerkosaan tiga orang pemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kondisinya mulai membaik. Meksi masih trauma, namun korban sudah mulai bisa berkomunikasi dengan orang lain.

Selama beberapa hari ini, korban MI (14) menjalani perawatan intensif di Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota Makassar. Luka fisik bekas penganiayaan sudah tampak hilang.

"Tapi masih suka menangis kadang-kadang," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Tenri A Palallo, di kantornya, Senin (14/1/2019).

BACA JUGA: Otak Penyekap dan Pemerkosa Gadis 14 Tahun di Makassar Ditembak Polisi

Dia mengatakan, saat ini korban mulai membaik. Dia sudah mulai percaya diri. Sekarang ini, pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota Makassar mulai berkomunikasi dengan keluarga korban. Tujuan untuk membendung dendam keluarga.

Menurut Tenri, korban masih akan menjalani proses pemulihan trauma selama beberapa pekan ke depan hingga kondisinya benar-benar pulih. Setelah itu, dari pihak dinas akan menyerahkan ke keluarga.

"Pendekatan juga kami lakukan sekarang ini ke keluarga. Ini untuk membendung dendam dari orang tua, saudara-saudara serta keluarga korban lainnya," ujar dia.

BACA JUGA: Kenal di Medsos, Gadis ini Disekap dan Diperkosa 3 Pria di Makassar

Sebelumnya, korban MI dan tersangka utama RH saling mengenal lewat media sosial. Alih-alih mengajak bertemu, tersangka malah membawa korban ke sebuah ruko di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate.

Di sana, telah menunggu dua rekannya. Mereka pun menyekap korban dan memerkosa MI secara bergilir selama tiga hari. Korban berhasil selamat setelah melarikan diri saat para tersangka tertidur dengan melompat dari ruko lantai 2.

"Saya mengendap-endap pas mereka tidur. Lalu ambil barang-barang saya, dan melompat dari pintu, langsung lompat," ujar korban MI.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal