Korban Abu Tours Minta Pemerintah Beri Atensi pada Kasus Mereka

Okezone ยท Kamis, 20 September 2018 - 08:34 WIB
Korban Abu Tours Minta Pemerintah Beri Atensi pada Kasus Mereka

Ratusan korban Abu Tours menghadiri sidang pembacaan dakwaan terhadap terhadap terdakwa Bos Abu Tours, Muh Hamzah Mamba alias Abu Hamzah di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (19/9/2018). (Foto: Okezone)

MAKASSAR, iNews.id - Pengacara Agen dan Mitra korban Abu Tours meminta kasus penipuan dan penggelapan dana umrah yang menimpa ribuan orang itu menjadi atensi pemerintah. Apalagi, jamaah yang menjadi korban tidak hanya dari Kota Makassar dan sekitarnya, melainkan dari sejumlah kota-kota lain di Indonesia.

Rabu (19/9/2018) kemarin, sidang agenda pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Bos Abu Tours, Muh Hamzah Mamba alias Abu Hamzah dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan tindak pidana pencucian uang dana umrah, dihadiri oleh sejumlah jamaah di Pengadilan Negeri Makassar.

Pengacara Agen dan Mitra korban Abu Tours, Syamsul Rijal mengatakan, jamaah yang hadir pada persidangan itu berasal dari seluruh kota yang ada di Indonesia. “Yang hadir pada hari ini, itu ada ratusan orang, perpaduan dari seluruh wilayah. Ada dari Jakarta, Surabaya, ada dari Balikpapan, ada dari Kendari dan dari Makassar lebih banyak," kata Syamsul kepada saat ditemui disela-sela menunggu persidangan Rabu (19/9/2018).

Dia meminta kepada masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan janji-janji travel modus seperti ini. Menurutnya ini menjadi pembelajaran kepada semua travel dan masyarakat. Lebih lanjut, perwakilan Aliansi Jamaah Korban Abu Tours Seluruh Indonesia ini mengatakan, yang paling mengecewakan dari kasus Bos Abu Tours Hamzah Mamba yaitu berhubungan dengan ibadah.

"Semua travel termasuk masyarakat jangan semudah itu terpengaruh dengan janji yang muluk muluk. Ini teknis yang dilakukan dengan Pak Abu Hamzah. Ketika orang melakukan yang seperti itu berhubungan dengan ibadah," katanya.

Kasus ini, kata Syamsul, harus menjadi perhatian pemerintah secara kesuluruhan lebih khusus ke Mahkamah Agung, Kementerian Agama dan Presiden. “Sehingga ini harus jadi perhatian (atensi), yang harus diperhatikan pemerintah, secara keseluruhan lebih khusus Mahkamah Agung termasuk Presiden," jelasnya.

Ratusan jamaah yang menghadiri sidang bermaksud untuk mengawal proses persidangan, mulai awal sampai seterusnya tahap jawab menjawab, baik pembuktian tertulis, maupun bukti saksi saksi. "Maka itu dikawal sampai seterusnya, sampai ada putusan. Nah ketika proses hukumnya nanti ada hukum lain, banding dan kasasi, itu akan tetap dikawal seterusnya. Sampai ada putusan," ungkap dia.

Sebelumnya sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Tabrani dengan agenda pembacaan dakwaan. Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan bahwa terdakwa secara bersama-sama dengan Muh Kasim, Chaeruddin M Latang dan Istri Bos Abu Tours Nursyahria alias Ria melakukan maupun turut serta melakukan, pada hari dan tanggal yang tidak dapat ditentukan dengan pasti antara tahun 2012 sampai dengan bulan Maret 2018.

Dalam dakwaan JPU, Hamzah didakwa tiga pasal, yakni Pasal 372 dan Pasal 378 UU Penyelenggaraan Haji, penipuan, penggelapan dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman pidana empat tahun hingga 20 tahun penjara.

"Ketiganya diajukan sebagai tersangka dalam berkas perkara (terpisah), baik sebagai orang yang melakukan maupun turut serta melakukan, pada hari dan tanggal yang tidak dapat ditentukan dengan pasti antara tahun 2012 sampai dengan bulan Maret 2018," ujar JPU.


Editor : Himas Puspito Putra